Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Sebesar 5,13%
Selasa, 02 Juli 2019 - 15:14 WIB
Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Sebesar 5,13%
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2019 berada di rentang 5,02%-5,13%. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 sebesar 5,27%.
Adapun realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 sebesar 5,07%.
Rendahnya proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II, kata Sri Mulyani, telah memperhitungkan sentimen-sentimen yang ada, baik dari luar maupun dalam negeri yang berdampak terhadap perekonomian Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi di kuartal II adalah perkembangan dari asumsi makro hingga kuartal I-2019. Kami terus melakukan forecasting (perkiraan). Kita menggunakan indikator terkini dari forecast ekonomi," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Dan berdasarkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 5,07%, maka ekonomi kuartal II-2019 diproyeksikan antara 5,02% hingga 5,13%, lebih rendah dari realisasi kuartal II-2018 sebesar 5,27%.
Dengan rendahnya perkiraan ekonomi kuartal II, Sri Mulyani juga melakukan koreksi terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019, yang semula dipatok 5,3% menjadi 5,2%.
"Kami membuat outlook untuk keseluruhan tahun 2019 menjadi 5,2%. Ini lebih rendah 0,1% dari target APBN," jelasnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2019 berada di rentang 5,02%-5,13%. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 sebesar 5,27%.
Adapun realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 sebesar 5,07%.
Rendahnya proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II, kata Sri Mulyani, telah memperhitungkan sentimen-sentimen yang ada, baik dari luar maupun dalam negeri yang berdampak terhadap perekonomian Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi di kuartal II adalah perkembangan dari asumsi makro hingga kuartal I-2019. Kami terus melakukan forecasting (perkiraan). Kita menggunakan indikator terkini dari forecast ekonomi," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Dan berdasarkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 sebesar 5,07%, maka ekonomi kuartal II-2019 diproyeksikan antara 5,02% hingga 5,13%, lebih rendah dari realisasi kuartal II-2018 sebesar 5,27%.
Dengan rendahnya perkiraan ekonomi kuartal II, Sri Mulyani juga melakukan koreksi terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019, yang semula dipatok 5,3% menjadi 5,2%.
"Kami membuat outlook untuk keseluruhan tahun 2019 menjadi 5,2%. Ini lebih rendah 0,1% dari target APBN," jelasnya.
(ven)
Lihat Juga :