Era Baru Digitalisasi Logistik di Tengah Perang Dagang AS-China

loading...
Era Baru Digitalisasi Logistik di Tengah Perang Dagang AS-China
Era Baru Digitalisasi Logistik di Tengah Perang Dagang AS-China
JAKARTA - Dengan adanya persaingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, pergerakan bisnis global mulai bergerak ke wilayah ASEAN. Pergerakan ini, seiring dengan munculnya bisnis e-commerce yang meroket di Asia Tenggara hingga memunculkan kebutuhan untuk era baru digitalisasi logistik.

”Teknologi platform logistic telah terbukti dalam perekonomian seperti di Cina, Amerika dan India, namun kami tetap percaya bahwa teknologi tersebut sama dibutuhkan atau mungkin lebih di Asia Tenggara,” ujar Lok Terrance, Partner ZWC Ventures, Investor dari Ritase.com di

Lebih lanjut Ia menyoroti, bahwa salah faktor kontribusi untuk tingginya harga logistik di Indonesia adalah masih lemahnya utilisasi truk. Sebagai perbandingan rate untuk utilisasi truk di Eropa adalah 200.000 km/tahun. Thailand adalah 150.000 km/tahun dan lndonesia adalah 50.000 km/tahun.

Berkaitan dengan Ritase, Lok percaya bahwa Ritase, menjadi perusahaan yang menyediakan B2B sistem digital transportasi yang menghubungkan antara shipper dan transporter, yang dimana dapat menjadi pemain andalan yang menggiring perubahan industri truk di Indonesia.



Berdirilah Ritase, sebuah perusahaan startup yang secara aktif bergerak dalam mendigitalisasi industri trucking di Indonesia. Dalam kurun waktu 2 tahun beroperasi, Ritase mampu mencakup area trucking di Indonesia dan sekarang telah memiliki 7.500 armada truk dari 500 perusahaan truk yang melayani beberapa perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) terbesar di Indonesia.

Saat ini, Ritase telah berhasil mendapatkan pendanaan Seri-A sebesar USD8,5 juta untuk mendorong pertumbuhan bisnisnya sebagai pelopor digital platform industri trucking di Indonesia. Sejumlah pendanaan tersebut diberikan oleh Golden Gate Ventures (SG) sebagai investor terbesar, sebuah perusahaan venture capital yang berdiri di tahun 2011, dengan portofolio investasi pada 30 perusahaan yang tersebar di 7 negara Asia.

Investor lainnya yang tergabung dalam pendanaan ini adalah Jafco Asia dan ZWC Ventures. Sebelum adanya investasi Seri A, Ritase telah menerima penanaman modal dan sejumlah pendanaan pra-seri A sebesar USS 4.4 juta dari Insignia Ventures Partners, Mitsubishi Corporation, Beenext, Skystar Capital, Agung Ventures dan beberapa Angel Investors. "Insignia bangga menjadi pendukung awal berdirinya Ritase," ujar Tan Yinglan, Founding Managing Partner dari lnsignia Ventures Partners.



"Dukungan besar yang diraih oleh Ritase dari large shipper, transporter, dan pemerintahan lndonesia, telah membuat kami percaya bahwa industri trucking di Indonesia siap untuk digitalisasi. Kami sangat senang bahwa Ritase telah menjadi yang terbaik di pasaran dan terus mengembangkan hidup banyak pengusaha truk di Indonesia melalui optimasi rute, efisiensi harga yang lebih baik dan proses yang efektif dalam mengutilisasi truk yang belum beroperasi," sambungnya.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top