Tahun Politik, Perhutani Targetkan Laba Bersih Naik 9%

Selasa, 09 Juli 2019 - 21:40 WIB
Tahun Politik, Perhutani...
Tahun Politik, Perhutani Targetkan Laba Bersih Naik 9%
A A A
JAKARTA - Perhutani Target Pertumbuhan Laba Bersih 9% Tahun Ini

Perum Perhutani tahun ini menargetkan pertumbuhan laba bersih 8%-9% dari realisasi laba tahun sebelumnya (2018). Laba bersih Perhutani 2018 berhasil tumbuh hingga 49% menjadi Rp654 miliar dari Rp437 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna mengatakan, tahun politik memang sedikit mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Namun secara umum, kinerja keuangan perusahaan tetap berpeluang melebihi realisasi tahun lalu.

"Kami menargetkan kurang lebih (tumbuh) 8%-9% dari tahun lalu," ujar Denaldy di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Dia menjelaskan, saat awal dirinya masuk ke Perhutani pada 2016, kinerja keuangan perusahaan pelat merah di sektor industri kehutanan mengalami kerugian mencapai Rp357 miliar.

“Kami berupaya memperbaiki holding melalui restrukturisasi bisnis dan merampingkan manajemen. Hasilnya profit sudah mulai naik di 2017,” ungkapnya.

Untuk kinerja keuangan pada semester I/2019, Denaldy mengatakan bisnis perseroan terpengaruh oleh tahun politik dan produksi di beberapa daerah karena cuaca ekstrem. Namun, bisnisnya masih tertolong dengan produk getah pinus dan terpentin. Dari sisi laba hingga semester I sudah hampir mendekati angka 50% dari target.

“Pada semester II akan kita kejar," ujarnya.

Perhutani diketahui memiliki sejumlah bisnis di berbagai sektor, diantaranya pengolahan kayu, kayu lapis, getah pinus, terpentin, pengolahan minyak kayu putih hingga pengolahan sagu.

PT Perhutani juga akan mengembangkan bisnis tanaman biomassa yang diharapkan bisa panen pada tahun ini.

“Uji coba penanaman ini sudah dimulai sejak 2013. Dari hasil penanaman direncanakan pada 2025 sehingga dapat ada tambahan pendapatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada 2025 diharapkan akan tercipta tambahan tanaman biomassa melalui Wood pellet sebesar Rp3,5 triliun.

“Sehubungan dengan permintaan internasional yang tinggi diasumsikan kita bisa berorientasi ekspor,” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukti Perum Perhutani...
Bukti Perum Perhutani Mengembangkan Digitalisasi dan Inovasi dalam Bisnisnya
Dedikasi Perum Perhutani...
Dedikasi Perum Perhutani dalam Transformasi BUMN Berbuah 2 Penghargaan
Tahun 2020 Perum Perhutani...
Tahun 2020 Perum Perhutani RPH Pangandaran Lakukan Tanam Ganti Benih Jati di 116 Hektare
Eks Dirut Perum Perhutani...
Eks Dirut Perum Perhutani Gabung Partai Perindo dan Siap Nyaleg di Dapil III Jateng
Raih Pengakuan Internasional,...
Raih Pengakuan Internasional, Perhutani Siap Penetrasi Pasar Global
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Perhutani KPH Surakarta Gandeng Polres Sukoharjo
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
38 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
50 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved