Rupiah Diprediksi Masih Melemah
Rabu, 10 Juli 2019 - 09:14 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Melemah
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih melemah. Hal ini dipengaruhi rencana pemangkasan suku bunga bank sentral AS, The Fed.
Selasa kermarin, rupiah dipasar spot ditutup melemah 22 poin atau 0,16% ke level Rp14.130 per USD.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan mata uang Garuda melemah dikarenakan menunggunya testimoni Gubernur The Fed Jerome Powel. Hal ini membuat pasar menunggu indikasi soal pemangkasan suku bunga.
"Dolar AS kelihatannya masih bisa menguat terhadap rupiah, menantikan testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan komite keuangan DPR AS malam ini," ujar Ariston di Jakarta, Rabu (10/7/2019).
Dia menambahkan, semalam, salah satu pejabat Fed asal Philadelphia, Patrick Harker mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga AS mungkin tidak diperlukan karena ekonomi AS kuat, malah bisa membuat USD kembali melemah.
"USD-IDR berpotensi bergerak melemah hari ini dengan kisaran Rp14.100-Rp14.180," jelasnya.
Selasa kermarin, rupiah dipasar spot ditutup melemah 22 poin atau 0,16% ke level Rp14.130 per USD.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan mata uang Garuda melemah dikarenakan menunggunya testimoni Gubernur The Fed Jerome Powel. Hal ini membuat pasar menunggu indikasi soal pemangkasan suku bunga.
"Dolar AS kelihatannya masih bisa menguat terhadap rupiah, menantikan testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan komite keuangan DPR AS malam ini," ujar Ariston di Jakarta, Rabu (10/7/2019).
Dia menambahkan, semalam, salah satu pejabat Fed asal Philadelphia, Patrick Harker mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga AS mungkin tidak diperlukan karena ekonomi AS kuat, malah bisa membuat USD kembali melemah.
"USD-IDR berpotensi bergerak melemah hari ini dengan kisaran Rp14.100-Rp14.180," jelasnya.
(ven)