Perang Dagang Masih Jadi Tantangan Terbesar Ekonomi Semester Kedua/2019

Selasa, 16 Juli 2019 - 12:07 WIB
Perang Dagang Masih...
Perang Dagang Masih Jadi Tantangan Terbesar Ekonomi Semester Kedua/2019
A A A
JAKARTA - Ekonomi Indonesia di Semester I 2019 cukup tertantang dengan yield tinggi dan tegangan politik akibat Pemilu. Namun, melihat adanya penurunan tensi politik terutama setelah terpilihnya kembali Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia, ekonom menilai seharusnya perekonomian Indonesia di semester kedua membaik.

"Objektif utama maupun tantangan utama merupakan trade war yang sebenarnya tidak menguntungkan siapapun, baik itu pihak AS maupun China," ujar ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) Fikri C. Permana di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Fikri menyebutkan bahwa Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat (AS) merupakan sosok yang terprediksi untuk tidak terprediksi, terutama dalam dua tahun terakhir yang bisa mencetuskan perang dagang kapan saja.

"Semakin mengecilnya perbedaan yield US-Treasury (US-T) 10 tahun dan US-2T menambah risiko pasar utang global. Investor melihat adanya risiko pada US-T ini, bahkan Powell melihat ini waktunya Fed dovish, inflasinya tidak sesuai harapan," jelasnya.

Sambung dia menambahkan bahwa negara-negara Asia Pasifik sebenarnya sudah menjadi lebih akomodatif mengikuti tren Fed yang dovish, namun sejauh ini Indonesia masih dinilai fragile untuk capital flow dari asing.

"Sebenarnya kita masih ada ruang 3% dalam suku bunga acuan untuk mencapai inflasi yang ditargetkan, lebih besar daripada negara lain yang sejauh hanya bisa di bawah 3%, ini bisa berdampak positif terhadap ekonomi kita," imbuhnya.

Di sisi lain dari segi harga komoditas harga emas dunia perlahan naik, sedangkan harga minyak dunia (Brent) cukup fluktuatif. "Indonesia merupakan salah satu importir minyak terbesar di dunia, diharapkan harga minyak menurun supaya Indonesia bisa menghindari trade deficit yang menjadi momok," ujar Fikri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
56 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved