Ekonom Menilai Perombakan Direksi BUMN Tidak Lazim

Kamis, 18 Juli 2019 - 20:02 WIB
Ekonom Menilai Perombakan...
Ekonom Menilai Perombakan Direksi BUMN Tidak Lazim
A A A
JAKARTA - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai Kementerian BUMN harus transparan terkait rencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terhadap sejumlah perusahaan BUMN. Hal ini untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan publik apabila pergantian tersebut dilakukan.

"Artinya ada urgensi atau ada suatu dinamika yang harus direspon. Pokoknya ada yang krusial. Sekarang pertanyaannya, daftar yang ingin dirombak ini BUMN yang strategis semua," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Menurut Enny, BUMN yang dinilai bermasalah seperti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tidak masuk dalam daftar. Padahal BUMN tersebut membutuhkan respon cepat.

"Sehingga ini menjadi subjektif. Lalu pertimbangannya apa?. Tata kelola BUMN yang seperti ini tidak baku, tidak lazim seperti ini tiba-tiba tidak angin, hujan, dilakukan RUPSLB. Ini akan berbahaya bagi tata kelola BUMN," tuturnya.

Selain itu, Menteri BUMN sampai hari ini tidak pernah melakukan rapat dengar pendapat atau rapat kerja dengan DPR. Padahal, Menteri BUMN harus mempertanggungjawabkan semua keputusan-keputusan strategisnya.

"Jadi aneh. Bagaimana menteri bisa memutuskan hal yang strategis tetapi tidak berkonsultasi dengan DPR. Sampai hari ini presiden juga tidak memberi punishment apa-apa terkait tata kelola BUMN kita yang seperti itu," tukasnya.

Menurut Enny, presiden harus tegas menanggapi hal ini apabila kebijakan Menteri BUMN banyak disoroti publik terkait tata kelola BUMN.

"Presiden sebagai kepala pemerintahan mestinya langsung memanggil menteri BUMN. Sebenarnya bagaimana skenario BUMN. Kalau tidak, akhirnya publik mempertanyakan," tandasnya.

Sebelumnya, Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo dalam keterangan resmi mengatakan, saat ini lima BUMN yang diminta menyelenggarakan RUPSLB yaitu BUMN yang sudah go public seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
26 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
44 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved