Harga Minyak Naik Tipis Imbas Tensi Iran dan Penurunan Stok AS

Jum'at, 26 Juli 2019 - 09:54 WIB
Harga Minyak Naik Tipis...
Harga Minyak Naik Tipis Imbas Tensi Iran dan Penurunan Stok AS
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia naik lebih tinggi pada perdagangan hari ini Jumat (25/7/2019), didorong dua faktor yakni meningkatnya ketegangan antara Barat dan Iran serta penurunan besar dalam cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, kenaikan tersebut masih dibatasi karena masih adanya kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat mengurangi permintaan bahan bakar.

Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) mengakhiri sesi naik atau 0,25% menjadi menetap pada USD56,02 per barel, setelah sebelumnya mencapai sesi tertinggi USD56,99.

Seminggu setelah Iran menyita tanker berbendera Inggris di Teluk, Inggris telah mulai mengirim kapal perang untuk menemani semua kapal berbendera Inggris melalui Selat Hormuz, perubahan kebijakan yang diumumkan pada Kamis (25/7/2019) setelah pemerintah sebelumnya mengatakan tidak memiliki sumber daya untuk melakukannya.

AS, Inggris dan negara-negara lain bertemu di Florida pada hari Kamis untuk membahas cara melindungi pengiriman di Teluk dari Iran.

Arab Saudi sebagai pengekspor minyak utama dunia juga mendesak pembeli minyak global untuk mengamankan pengiriman energi yang melewati Selat Hormuz, di mana sekitar 20% dari pasokan global diangkut setiap hari.

Kerajaan juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pipa timur-barat sebesar 40% dalam dua tahun sehingga lebih banyak ekspor minyaknya dapat menghindari melewati Selat Hormuz, menteri energi mengatakan pada Kamis (25/7/2019).

Harga minyak dunia yang merangkak naik juga didukung oleh penurunan cadangan minyak mentah AS yang mencapai hampir 11 juta barel, jauh di atas ekspektasi analis 4 juta barel.

“Penarikan kuat hampir 11 juta barel sebagian besar berasal dari Teluk Meksiko, yang berhadapan dengan Badai Tropis Barry. Produksi AS mengalami penurunan terbesar sejak Oktober 2017, tetapi diperkirakan akan rebound kuat minggu depan,” kata analis pasar senior di OANDA di New York, Edward Moya.

"Pelemahan data ekonomi global lebih lanjut mungkin memiliki efek terbatas pada permintaan minyak mentah sebagai putaran pelonggaran berikutnya dari ECB, bersama dengan pergeseran Fed ke siklus pelonggaran, akan membantu meningkatkan perekonomian," tambahnya

Harga minyak telah berada di bawah tekanan dari kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, di tengah tanda-tanda bahaya dari perang dagang AS-China yang menggelegar selama setahun terakhir.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved