GBIS 2019 Hadirkan Teknologi Blockchain untuk Dunia Usaha Indonesia

Senin, 29 Juli 2019 - 18:26 WIB
GBIS 2019 Hadirkan Teknologi...
GBIS 2019 Hadirkan Teknologi Blockchain untuk Dunia Usaha Indonesia
A A A
JAKARTA - Teknologi blockchain dikenal banyak orang sebagai teknologi dibalik mata uang virtual seperti Bitcoin. Namun, sejatinya, teknologi blockchain lebih dari itu. Teknologi ini berfungsi merekam data transaksi menjadi lebih efisien. Catatan transaksi ini tergabung dalam banyak blok yang saling terkait dan aman.

Menghadapi teknologi blockchain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Blockchain Asia Forum (BAF) menghelat Global Blockchain Investment Summit (GBIS) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, selama 29-30 Juli 2019. GBIS 2019 dihadiri sekitar 1.500 peserta dari luar negeri dan 500 peserta dari dalam negeri.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan GBIS 2019 bertujuan mengembangkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait konsep teknologi blockchain dan penerapannya dalam berbagai sektor industri.

"Blockchain merupakan tren global yang akan berdampak besar kepada keberlangsungan bisnis kedepan. Dalam ekonomi global, mereka yang dapat memanfaatkan teknologi dan berinovasi dalam seluruh rantai nilai akan mendapatkan posisi terbaik dalam daya saing global," terang Rosan di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Rosan memaparkan, teknologi blockchain telah muncul sebagai salah satu layanan yang paling menjanjikan dalam beberapa tahun terkahir. Teknologi ini memiliki potensi luar biasa untuk melakukan transformasi di sektor finansial dan sektor-sektor lainnya, terutama terkait pembaruan dalam sistem transaksi.

Perusahaan berskala besar dan sedang yang berkembang di dunia digital ini sedang mendalami, maupun mengembangkan layanan teknologi ini agar tetap berperan di pasar yang kompetitif.

"Perusahaan dapat benar-benar maju dengan menghadirkan solusi blockchain pada bidang usaha masing-masing. Tentu saja untuk mencapai target masa depan, strategi padu padan teknologi adalah sesuatu yang kita butuhkan untuk melihat bisnis kita berkembang," jelas Rosan.

Ketua Umum Kadin mengungkapkan kepuasannya karena Indonesia termasuk berada di garda depan inisiatif penerapan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara. Beberapa contoh yang bisa disebutkan, lanjut Rosan, antara lain Bank Indonesia yang telah meluncurkan mata uang digital sendiri yang berbasis teknologi blockchain. Langkah tersebut lantas diikuti oleh industri perbankan Tanah Air, seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Danamon, dan Bank Permata.

Rosan melanjutkan, menurut data Bank Dunia, Indonesia berada di posisi ke-14 dunia dalam penerimaan remitansi dari TKI. Peningkatan transfer dana dari TKI yang bekerja di luar negeri terjadi berkat hadirnya sistem blockchain. Peran pengantara (intermediary) dihilangkan. Karena itu blockchain dipandang menghadirkan transfer yang lebih efisien dan bebas biaya tambahan.

Melihat skala ekonomi nasional yang besar serta potensi penerapan blockchain yang lintas sektoral, Rosan mengaku optimis pengembangan teknologi ini dapat mendukung posisi Indonesia sebagai sentra teknologi (technology hub) regional.

"Indonesia terhitung relatif di tahap awal pengembangan blockchain. Tapi peluang yang tersedia sangat terbuka, walaupun masih ada sejumlah tantangan yang signifikan. Untuk itulah, Kadin berinisiatif menghadirkan Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE) sebagai wadah yang bertujuan memfasilitasi pengembangan teknologi ini di berbagai sektor usaha," ujar Rosan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan, Rico Rustombi, menerangkan dengan penyelenggaraan GBIS, Kadin berharap teknologi blockchain akan berkembang di Indonesia seiring berjalannya waktu dan selaras kebutuhan bisnis.

"Tentunya kehadiran teknologi blockchain ini diharapkan dapat memberikan dampak riil untuk akselerasi perekonomian Indonesia," kata Rico yang menjadi Koordinator Penyelenggaraan Global Blockchain Investment Summit (GBIS) 2019.

Sementara itu, perwakilan BCEE Indonesia, Tubagus Mansyur Amin, menyatakan kepuasannya atas kehadiran forum blockchain global ini di Indonesia. Menurut dia, GBIS 2019 juga bertujuan sebagai forum bertukar pikiran antara stakeholder mengingat teknologi blockchain adalah teknologi yang relatif baru. Walau demikian, blockchain semakin menarik minat dunia usaha dan telah diimplementasikan pula di sejumlah perusahaan.

"Sebenarnya, kami juga berharap peran aktif pemerintah dalam pengembangan aspek inovatif dan dukungan kebijakan. Bagaimana pun teknologi ini sebenarnya bisa diterapkan di sektor layanan publik. Beberapa negara yang tergolong negara berkembang, seperti Estonia dan Tunisia sudah membuktikan hal itu," kata Tubagus.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OKX Perluas Layanan...
OKX Perluas Layanan Perdagangan lewat Fitur Terintegrasi
Teknologi Blockchain...
Teknologi Blockchain Dorong Perekonomian Digital di Indonesia
OnMeta Siap Luncurkan...
OnMeta Siap Luncurkan Ekosistem Metaverse di Indonesia
Rencana Indonesia Menuju...
Rencana Indonesia Menuju Metaverse Disambut Baik Pelaku Industri Blockchain
Dukung Pasar Kripto...
Dukung Pasar Kripto di Indonesia, Fasset Hadir dengan Pendekatan Syariah
Proyek DeFi Indonesia...
Proyek DeFi Indonesia Pertama di Binance Smart Chain
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
47 menit yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
2 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
8 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
8 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
9 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved