Petrokimia Gresik Kembali Ekspor 45.000 Ton Pupuk Urea ke India

Kamis, 01 Agustus 2019 - 18:39 WIB
Petrokimia Gresik Kembali...
Petrokimia Gresik Kembali Ekspor 45.000 Ton Pupuk Urea ke India
A A A
JAKARTA - PT Petrokimia Gresik (PG), anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali mengekspor pupuk urea ke India sebanyak 45.000 ton. Proses pemuatan urea ke kapal dimulai pada hari ini, Kamis (1/8/2019) di dermaga utama PG di Gresik, Jawa Timur. Selanjutnya akan diberangkatkan pada minggu kedua Agustus 2019.

Dengan demikian, hingga Agustus 2019, kuantum ekspor PG untuk urea telah mencapai 202.000 ton, pupuk NPS 80.800 ton, dan pupuk ZK 3.350 ton. Ketiga jenis pupuk ini telah diekspor ke sejumlah negara, seperti India, Sri Lanka, China, Filipina, dan sejumlah negara lainnya di Asia dan Afrika.

Selain meningkatkan kinerja ekspor perusahaan, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, menjelaskan ekspor urea ini merupakan bentuk komitmen PG untuk mendukung pemerintah dalam menjaga neraca perdagangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Saat ini kami sedang menjalankan program transformasi bisnis untuk mewujudkan diri sebagai produsen pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri. Salah satu inisiasi dalam program ini adalah melakukan penetrasi pasar pupuk komersil, baik di pasar domestik maupun mancanegara," tandas Rahmad dalam keterangan di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Rahmad menambahkan, capaian ini merupakan prestasi Petrokimia Gresik yang sangat bersejarah. Kendati dikenal sebagai produsen pupuk NPK terlengkap, ternyata PG juga mampu bersaing di pasar urea.

"Di tengah tingginya pasokan urea (oversupply) dan rendahnya harga urea di pasar internasional, Petrokimia Gresik juga mampu bersaing hingga melakukan ekspor ke beberapa negara," tambahnya.

Rahmad menyebutkan produksi urea PG cukup besar setelah beroperasinya pabrik Amoniak-Urea II pada tahun 2018. Sehingga kapasitas urea PG meningkat dari 460.000 ton menjadi sekitar 1 juta ton per tahun. Sehingga PG bisa mengekspor dalam jumlah besar, namun dengan tetap memprioritaskan kebutuhan pupuk dalam negeri.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pupuk Langka, Massa...
Pupuk Langka, Massa Gabungan LSM dan Petani Datangi Petrokimia Gresik
Pengawasan Distribusi...
Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Diperketat Lewat Aplikasi Digital
Resmikan Gudang Curah...
Resmikan Gudang Curah Urea di Gresik, Pupuk Indonesia Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Stok Pupuk Bersubsidi...
Stok Pupuk Bersubsidi 437.900 Ton, Petani Sambut Musim Tanam April dengan Aman
Pupuk Indonesia Teken...
Pupuk Indonesia Teken JDA Pengembangan Green Hydrogen dan Green Ammonia di Gresik
Inovasi Digital Petrokimia...
Inovasi Digital Petrokimia Gresik Percepat Layanan Pupuk Nonsubsidi
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
11 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
35 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
43 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
1 jam yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
1 jam yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved