Perpanjang Umur Tambang, Martabe Agresif Lakukan Eksplorasi

Kamis, 22 Agustus 2019 - 17:51 WIB
Perpanjang Umur Tambang,...
Perpanjang Umur Tambang, Martabe Agresif Lakukan Eksplorasi
A A A
BATANGTORU - PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, terus melakukan kegiatan eksplorasi lanjutan di wilayah konsesinya. Melalui eksplorasi secara agresif tersebut, diharapkan ditemukan cadangan baru yang sekaligus akan memperpanjang umur operasional tambang.

Chief Geologist Agincourt Resources Steve McCarthy mengatakan, saat ini pihaknya mengoperasikan sekitar 13 rig pengeboran di berbagai titik di wilayah tambang tersebut. Secara keseluruhan, kata dia, Agincourt merencanakan pengeboran total 82.000 meter pada tahun 2019.

"Kami juga menggunakan teknologi terkini dalam kegiatan eksplorasi agar dapat memperkirakan sumber daya dan cadangan secara lebih akurat," ujarnya di Batangtoru, Tapsel, Rabu (21/8/2019).

Berdasarkan data perusahaan, per akhir Desember 2018, kandungan mineral Tambang Martabe diperkirakan mencapai 8,1 juta ounces emas dan 69 juta ounces perak. Cadangan tersebut tersebar di beberapa area prospek. Berdasarkan jumlah cadangan dan dengan kapasitas produksi sebesar 5,5 juta ton bijih yang menghasilkan 350.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak per tahun, umur Tambang Emas Martabe diperkirakan mencapai 16 tahun.

Saat ini, baru tiga area yang telah diproduksikan yaitu Purnama Pit, Ramba Joring Pit dan Barani Pit. Di luar itu, perusahaan tengah mendetailkan eksplorasi di sejumlah titik lainnya antara lain di Uluala Hulu Pit, Tor Uluala Pit dan Horas Pit. Sebelumnya, Vice President Director and CEO Agincourt Resources Tim Duffy mengatakan, tahun ini perusahaan menyiapkan dana eksplorasi sebesar USD25 juta (sekitar Rp350 miliar). "Seiring ditemukannya cadangan baru, tentunya umur tambang juga akan bertambah," imbuh Steve McCarthy.

Di bagian lain, Departemen Lingkungan Agincourt Resources secara paralel juga bekerja untuk mereklamasi lahan tambang yang sudah tidak lagi dioperasikan. Superintendent Environmental Agincourt Bayu Ariyanto mengatakan, sejak tahun 2012, sesuai rencana reklamasi periode 2012-2017, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 11,9 hektare (ha). "Semuanya dilakukan sesuai prosedur dan telah mendapat persetujuan dari kementerian terkait," tegasnya.

Field Assistant Rehabilitation Environmental Department Agincourt Fitri Rahmadani menambahkan, pada lahan yang direklamasi, setelah tanaman cepat tumbuh (fast growing) mampu meneduhi tanah, pihaknya menanam kembali beragam jenis pohon lokal yang tumbuh di habitat asli sebelum dimulainya proses penambangan.

"Untuk keperluan reklamasi, kami saat ini sudah memiliki 5.234 bibit tanaman yang terdiri dari 42 spesies, di mana 32 di antaranya adalah spesies lokal yang ditemukan di hutan sekitar area tambang," tuturnya. Tim reklamasi dan lingkungan Agincourt, kata dia, terus menambah jumlah maupun jenis bibit tanaman dari hutan sekitar untuk keperluan reklamasi ke depannya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengelola Tambang Emas...
Pengelola Tambang Emas Martabe Angkat Suara usai Disebut Biang Kerok Banjir Sumatera
Tambang Emas Martabe...
Tambang Emas Martabe Beri Bantuan Alat Kesehatan Senilai Rp2,3 Miliar
PTAR Catatkan Penjualan...
PTAR Catatkan Penjualan Emas 269.882 Ounce di 2022
Izin Tambang Emas Martabe...
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut Prabowo, Begini Pengakuan Agincourt Resources
Izin Tambang Emas Martabe...
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Danantara Siap Ambil Alih
Dipantau Ketat, Kualitas...
Dipantau Ketat, Kualitas Biota Air di Sungai Batangtoru Dipastikan Terjaga
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
17 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Infografis
Genom Hiu Greenland...
Genom Hiu Greenland Jadi Petunjuk Memperpanjang Umur Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved