Dipantau Ketat, Kualitas Biota Air di Sungai Batangtoru Dipastikan Terjaga
Jum'at, 07 Mei 2021 - 18:14 WIB
loading...
Penelitian USU sejak 2012 menunjukkan air sisa proses Tambang Emas Martabe tak berpengaruh signifikan terhadap kualitas biota air di Sungai Batangtoru. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Penelitian yang dilakukan Pusat Lingkungan dan Kependudukan, Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU) sejak 2012 membuktikan tidak ada pengaruh signifikan dari air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dikelola oleh PT Agincourt Resources (PTAR) terhadap kualitas biota air di Sungai Batangtoru.
Hal itu diperkuat hasil pemantauan rutin yang dilakukan Departemen Lingkungan PTAR dan Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Tambang Emas Martabe yang secara konsisten juga menunjukkan air sisa proses memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.
Baca Juga: Deteksi COVID-19, Tambang Emas Martabe Rapid Test 2.500 Warga Batangtoru Tapsel
"Dari hasil penelitian tersebut, kami mendapatkan bahwa, tidak ada penurunan panjang dan berat ikan sejak penelitian pertama kali dilakukan yakni Oktober 2012. Total terdapat 32 spesies ikan yang kami temukan," ungkap Kepala Pusat Lingkungan dan Kependudukan, Lembaga Penelitian USU, Prof. Dr. Ing. Ternala Alexander Barus dalam siaran pers yang diterima, Jumat (7/5/2021).
Menurut Guru Besar Departemen Biologi USU itu, Hasil penelitian ini juga tidak hanya berlaku di Sungai Batangtoru, tapi juga perairan di sekitar wilayah operasional tambang seperti di Aek Pahu Tombak, dan Hutamosu. Tak hanya ikan, pihaknya juga masih menemukan biota air lainnya seperti plankton dan bentos yang dapat menjadi indikator kondisi air yang baik untuk kehidupan biota air.
Hal itu diperkuat hasil pemantauan rutin yang dilakukan Departemen Lingkungan PTAR dan Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Tambang Emas Martabe yang secara konsisten juga menunjukkan air sisa proses memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.
Baca Juga: Deteksi COVID-19, Tambang Emas Martabe Rapid Test 2.500 Warga Batangtoru Tapsel
"Dari hasil penelitian tersebut, kami mendapatkan bahwa, tidak ada penurunan panjang dan berat ikan sejak penelitian pertama kali dilakukan yakni Oktober 2012. Total terdapat 32 spesies ikan yang kami temukan," ungkap Kepala Pusat Lingkungan dan Kependudukan, Lembaga Penelitian USU, Prof. Dr. Ing. Ternala Alexander Barus dalam siaran pers yang diterima, Jumat (7/5/2021).
Menurut Guru Besar Departemen Biologi USU itu, Hasil penelitian ini juga tidak hanya berlaku di Sungai Batangtoru, tapi juga perairan di sekitar wilayah operasional tambang seperti di Aek Pahu Tombak, dan Hutamosu. Tak hanya ikan, pihaknya juga masih menemukan biota air lainnya seperti plankton dan bentos yang dapat menjadi indikator kondisi air yang baik untuk kehidupan biota air.
Lihat Juga :