Keindahan Budaya Nusantara dalam Kriyanusa 2019

Kamis, 05 September 2019 - 19:14 WIB
Keindahan Budaya Nusantara...
Keindahan Budaya Nusantara dalam Kriyanusa 2019
A A A
JAKARTA - Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) kembali menyelenggarakan pameran Kriyanusa 2019, 11 sampai dengan 15 September 2019 di Balai Kartini, Jakarta. Kriyanusa adalah ikon pameran kerajinan terbesar yang ditujukan sebagai wadah promosi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Dekranas di seluruh Indonesia.

Tahun ini, Kriyanusa mengangkat “Motif Pucuk Rabuang”, motif “Kuncup Bambu” ini umumnya dijumpai di kain-kain tenun Jawa dan Sumatera, termasuk Minangkabau. Lambang ini mengandung pepatah, “Mulia di usia muda, Lebih lagi di usia dewasa”.

Bambu yang masih kuncup sangat lembut dan bergizi disantap. Namun, setelah dewasa berdiri kokoh menjulang tinggi namun merunduk rendah hati. Motif ini juga digunakan sebagai inspirasi utama materi publikasi Kriyanusa.

Selain “Motif Pucuk Rabuang”, Kriyanusa 2019 juga memperkenalkan produk budaya “Suntiang”. Suntiang adalah perhiasan kepala bertingkat berwarna keemasan yang dipakai oleh perempuan Minangkabau. Hiasan ini berbentuk setengah lingkaran yang terdiri dari susunan ornamen bermotif flora dan fauna di antaranya diambil dari bentuk bunga mawar, pisang, burung merak, kupu-kupu, dan ikan.

Ukuran suntiang berbeda menurut pemakaiannya. Suntiang yang dipakai pengantin perempuan memiliki ukuran besar atau disebut suntiang gadang. Sedangkan suntiang berukuran kecil atau suntiang ketek dipakai oleh pendamping pengantin perempuan. Berat suntiang berkisar antara 3,5 sampai 5 kg.

Kedua motif itu juga berpadu dengan “Motif Bada Mulia”. Sebuah motif yang menggambarkan ikan teri berenang beriring-iringan pulang. Maknanya adalah bahwa usaha mengatasi suatu persoalan harus dimulai dari intinya. Jika dalam kesulitan, carilah bantuan dari mereka yang sepemikiran.

Selain itu juga ada “Motif Aka Cino”. Motif ini mengajak orang untuk ingat pada cara berpikir orang Tionghoa, warisan kekaguman orang Minang pada orang Tionghoa yang selalu berbagi kesuksesan di perantauan dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman. Seperti “aka” (akar), mereka menjalar dan berjejaring.

Keempat produk budaya asli Nusantara itu adalah sebagian dari kekhasan yang ditampilkan dalam Kriyanusa 2019. Pameran kerajinan yang mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreatifitas & Kewirausahaan” ini diikuti oleh Dekranasda seluruh Indonesia yang memfasilitasi perajin di wilayahnya masing-masing.

Selain pameran, Kriyanusa 2019 juga menampilkan berbagai pertunjukan fashion show, workshop, pentas seni budaya, penampilan dari Golden Mum's, live music performance dan rama kuliner Nusantara.

“Melalui pameran Kriyanusa 2019, Dekranas ingin memberikan ruang bagi perajin Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk unggulannya hasil kerajinan daerah ke masyarakat yang lebih luas tanpa dipungut bayaran sepeserpun alias gratis,” ujar Triana Rudiantara, Ketua Bidang Humas, Promosi dan Publikasi Kriyanusa 2019.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkominfo: Layanan...
Menkominfo: Layanan Telemedisin Jadi Agenda Percepatan Digital
Sejumlah Strategi dan...
Sejumlah Strategi dan Inovasi ISKI hingga 2024
Kominfo Berdayakan UMKM...
Kominfo Berdayakan UMKM untuk Percepat Transformasi Digital
JARKOM Tingkatkan Penyebaran...
JARKOM Tingkatkan Penyebaran Informasi Positif Pemerintah ke Publik
Kominfo Akhirnya Hentikan...
Kominfo Akhirnya Hentikan Proses Seleksi Frekuensi 2,3GHz
Kominfo Beri Penghargaan...
Kominfo Beri Penghargaan 36 Mitra Komunikasi Publik Terbaik
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved