India Kesal dengan Kebijakan Perdagangan China

Senin, 09 September 2019 - 15:33 WIB
India Kesal dengan Kebijakan...
India Kesal dengan Kebijakan Perdagangan China
A A A
SINGAPURA - Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, pada Senin (9/9/2019) mengkritik cara perdagangan China, dengan menyebutnya sebagai kebijakan perdagangan sepihak. Bahkan India menyatakan China telah menghambat kemajuan perjanjian perdagangan bebas di Asia.

Melansir dari Bloomberg, dalam diskusi panel di Singapura, Jaishankar mengatakan China telah melakukan perdagangan yang "tidak adil" juga melakukan cara "proteksionis". Akibatnya, defist perdagangan India melebar terhadap China. Defisit perdagangan India terhadap China mencapai USD53,6 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2019.

"Kebijakan perdagangan China telah mengkhawatirkan India, karena kami mengalami defisit perdagangan yang sangat besar dengan China," tandasnya dalam acara Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

India berharap adanya RCEP, yang mencakup 10 negara ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia, Baru, India, dan China, bisa menghasilkan kebijakan perdagangan bebas yang adil.

Sementara itu, para menteri dari 16 negara yang hadir kembali menegaskan komitmen untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang adil, setelah pertemuan di Bangkok pada akhir pekan lalu tidak mencapai kesepakatan.

Jaishankar mengatakan pesimis bahwa pertemuan RCEP di Singapura ini bisa mencapai kesepakatan. Untuk itu, dirinya menekankan India sangat menginginkan peraturan yang adil.

"Pada akhirnya RCEP adalah negosiasi ekonomi. Harus ada kebijakan strategis yang bermanfaat secara ekonomi dari RCEP. Dan itu harus jelas bagi negara kami, India," kata Jaishankar.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, meminta India untuk tetap di RCEP. Balakrishnan berharap New Delhi dan Beijing untuk melakukan perundingan demi mencapai kesepakatan perdagangan.

"Saya berharap India dan China melakukan perundingan karena ini akan berdampak besar pada RCEP," kata Balakrishnan.

Kesepakatan RCEP yang diharap bisa tercapai akhir tahun ini, akan mencakup sepertiga dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, sekitar 40% dari perdagangan dunia, dan hampir setengah dari penduduk dunia.

Melansir dari South China Morning Post, Senin (9/9), Wakil Perdana Menteri China, Hu Chunhua, berharap RCEP bisa tercipta pada akhir tahun ini, sehingga bisa meringankan mereka ditengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Dalam pertemuan di Singapura ini, Hu Chunhua juga meminta negara-negara yang terlibat untuk saling membantu. Sementara itu, India secara terbuka menentang pemberlakuan tarif yang rendah, yang membuat produk mereka kalah bersaing akibat membanjirnya produk impor. India meminta kesetaraan dengan akses pasar yang juga lebih besar terhadap produk mereka.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
India Potong Pajak Kelas...
India Potong Pajak Kelas Menengah demi Dongkrak Daya Beli
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Hubungan India-China...
Hubungan India-China Jadi Kunci Masa Depan Asia dan Dunia
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
39 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved