Bahan Baku Kosmetik, Thailand Lirik Kerja Sama Pengelolaan Kelapa di Sulut
Jum'at, 13 September 2019 - 03:15 WIB
Bahan Baku Kosmetik, Thailand Lirik Kerja Sama Pengelolaan Kelapa di Sulut
A
A
A
MANADO - Thailand menjajaki kerja sama pengelolaan kelapa di Sulawesi Utara (Sulut), mengingat negara tersebut memanfaatkan komoditas kelapa tidak hanya dikonsumsi. Melainkan juga menjadi salah satu bahan baku kosmetik, seperti disampaikan Suthep Sompee yang memimpin delegasi dari Kementerian Pertanian Thailand sat mengunjungi Sulut.
Suthep berharap kerjasama Sulut dan Thailand di bidang pengembangan kelapa dapat terus dipertahankan. “Kita bisa selalu bertukar informasi dalam pengolahan kelapa. Saya berharap kita bisa bekerja sama di bidang pengembangan kelapa di masa depan,” ujar staf ahli bidang pertanian dan perkebunan Suthep Sompee.
Pada kesempatan itu, Sekda Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen mengapresiasi kunjungan delegasi Thailand yang mampu memperkuat semangat kebersamaan masyarakat ASEAN. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari delegasi Thailand yang tertarik bekerja sama dengan Sulawesi Utara. Ini juga memberi semangat kepada masyarakat dalam Asian Spirit,” kata Silangen.
Pemprov Sulut kata dia, sangat antusias menjajaki kerjasama ini karena menurutnya masih banyak poduk turunan kelapa yang harus dikelola dan dikembangkan. “Kami terus mempelajari lebih banyak lagi diversifikasi dari produk kelapa,” ungkapnya.
Dikatakan Silangen kepada delegasi Thailand, minyak kelapa sebagai salah satu hasil olahan kelapa di Sulut telah dimanfaatkan sebagai oleh-oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut. “Kami sudah mengolah tanaman korpra menjadi minyak kelapa yang dikemas menarik menjadi souvenir yang wajib dibawa para turis sebelum kembali kenegaranya,” bebernya.
Lebih jauh, Ia juga menerangkan keberadaan Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balitka) di Sulut yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan bibit unggul tanaman kelapa. “Di Sulawesi Utara ada juga Balitka untuk meneliti dan mengembangkan tanaman kepala. Tempat ini bisa juga dikunjungi oleh delegasi Thailand,” imbuh Silangen.
Dalam pertemuan, nampak Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sulut Franky Manumpil, Kadis Perkebunan Sulut Refly Ngantung dan kelompok tani dari Thailand.
Suthep berharap kerjasama Sulut dan Thailand di bidang pengembangan kelapa dapat terus dipertahankan. “Kita bisa selalu bertukar informasi dalam pengolahan kelapa. Saya berharap kita bisa bekerja sama di bidang pengembangan kelapa di masa depan,” ujar staf ahli bidang pertanian dan perkebunan Suthep Sompee.
Pada kesempatan itu, Sekda Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen mengapresiasi kunjungan delegasi Thailand yang mampu memperkuat semangat kebersamaan masyarakat ASEAN. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari delegasi Thailand yang tertarik bekerja sama dengan Sulawesi Utara. Ini juga memberi semangat kepada masyarakat dalam Asian Spirit,” kata Silangen.
Pemprov Sulut kata dia, sangat antusias menjajaki kerjasama ini karena menurutnya masih banyak poduk turunan kelapa yang harus dikelola dan dikembangkan. “Kami terus mempelajari lebih banyak lagi diversifikasi dari produk kelapa,” ungkapnya.
Dikatakan Silangen kepada delegasi Thailand, minyak kelapa sebagai salah satu hasil olahan kelapa di Sulut telah dimanfaatkan sebagai oleh-oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut. “Kami sudah mengolah tanaman korpra menjadi minyak kelapa yang dikemas menarik menjadi souvenir yang wajib dibawa para turis sebelum kembali kenegaranya,” bebernya.
Lebih jauh, Ia juga menerangkan keberadaan Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balitka) di Sulut yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan bibit unggul tanaman kelapa. “Di Sulawesi Utara ada juga Balitka untuk meneliti dan mengembangkan tanaman kepala. Tempat ini bisa juga dikunjungi oleh delegasi Thailand,” imbuh Silangen.
Dalam pertemuan, nampak Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sulut Franky Manumpil, Kadis Perkebunan Sulut Refly Ngantung dan kelompok tani dari Thailand.
(akr)
Lihat Juga :