Pembangunan Embung Bisa Jadi Solusi Mitigasi Kekeringan

Jum'at, 20 September 2019 - 23:44 WIB
Pembangunan Embung Bisa...
Pembangunan Embung Bisa Jadi Solusi Mitigasi Kekeringan
A A A
JAKARTA - Lahan pertanian tak bisa lepas dari ketersediaan air. Namun, mengelola air untuk pertanian tak semudah yang dibayangkan. Jika musim penghujan, lahan pertanian yang terairi secara berlebihan akan membuat tanaman pertanian menjadi busuk. Sebaliknya, di musim kemarau jika ketersediaan air kurang maka akan menyebabkan kekeringan dan tanaman akan mati.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) turun tangan dalam membangun pengelolaan air yang mencukupi. Salah satu program yang dijalankan Ditjen PSP adalah pengelolaan air dengan membangun kolam penampungan air dari sumber air (embung).

Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, pembuatan embung sangat diperlukan. Jika musim hujan lahan tidak terendam air, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

"Saya pesan kepada petani dan masyarakat agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai karena ini kan manfaatnya selain buat petani juga masyarakat bisa menggunakan air di sini saat kekeringan," kata Sarwo Edhy, Jumat (20/9/2019).

Contohnya di Cilacap, untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana pengairan, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Dewi Sri Desa Muktisari Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap, mendapat pelatihan khusus tentang bagaimana cara memanfaatkan embung pertanian dalam upaya adaptasi dan antisipasi perubahan iklim di tingkat usaha tani.

“Embung di san sudah dikelola dengan baik dengan sumberdaya manusia yang mempunyai kemampuan pengelolaan dan daya adaptasi yang baik,” kata Sarwo Edhy.

Belum lama ini, juga dilakukan pertemuan Adaptasi Perubahan Iklim Di Tingkat Usaha Tani (API-TUT) Kabupaten Cilacap 2019. Dengan adanya pertemuan tersebut, petani bisa memiliki daya adaptif yang meningkat, meskipun terjadi perubahan iklim.

"Pertemuan ini untuk meningkatkan kapasitas petani dalam adaptasi perubahan iklim di tingkat usaha tani," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Mlati Asih Budiarti mengatakan, kegiatan pertemuan API-TUT, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang perubahan iklim. Serta meningkatkan pemanfaatan embung pertanian, dam parit dan long storage.

"Pertemuan tersebut membahas pengetahuan tentang bagimana cara memanfaatkan embung pertanian. Dalam upaya adaptasi dan antisipasi perubahan iklim. Diharapkan, petani bisa memiliki daya adaptif yang meningkat meskipun perubahan iklim terus terjadi," harapnya.

Kegiatan pertemuan API-TUT diikuti 20 peserta dari anggota Poktan selama enam kali pertemuan selama 6 Minggu dari mulai akhir Juli sampai akhir Agustus 2019. Saat ini, Desa Mutisari telah memiliki embung yang sudah selesai dibangun. Diperkirakan musim hujan yang akan datang dapat terisi air, sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.

"Kami anggota Poktan Dewi Sri, berterimakasih dengan pertemuan ini. Dengan ilmu tersebut kedepanya akan lebih memperhatikan perubahan iklim dengan mengelola embung sebaik-baiknya," kata Ketua Poktan Dewi Sri Ngadimin Susilo didampingi Kepala Desa Muktisari, Suyoto.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembangunan Embung Ditjen...
Pembangunan Embung Ditjen PSP Turut Dukung Pertanian Banyuwangi
Ditjen PSP Kementan...
Ditjen PSP Kementan Bantu Petani Bangkalan Atasi Kekeringan dengan Embung
Embung Ditjen PSP Bikin...
Embung Ditjen PSP Bikin Petani Bengkulu Utara Tetap Produktif Saat Kemarau
Resmikan Embung di Jateng,...
Resmikan Embung di Jateng, Jokowi: Produktivitas Pertanian Diharapkan Meningkat
Ganjar Berhasil Bangun...
Ganjar Berhasil Bangun Ribuan Embung Genjot Produktivitas Pertanian
Genjot Produksi Pertanian,...
Genjot Produksi Pertanian, Kementan Siapkan Embung Penampung Air
Berita Terkini
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
11 menit yang lalu
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
40 menit yang lalu
Rachmat Gobel Meninggal...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Menaker: Figur Teladan dalam Mengelola Perusahaan
45 menit yang lalu
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
58 menit yang lalu
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved