Bursa Asia Berjatuhan Dihantam Pemakzulan Trump, IHSG Menguat 8,80 Poin
Rabu, 25 September 2019 - 17:12 WIB
Bursa Asia Berjatuhan Dihantam Pemakzulan Trump, IHSG Menguat 8,80 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (25/9/2019) ditutup balik menguat, meski tidak terlalu besar mengiringi kejatuhan bursa utama Asia lainnya. Di akhir sesi, IHSG bertambah 8,80 poin yang setara dengan 0,14% ke level 6.146,40.
Sebelumnya pada awal sesi terpantau laju bursa saham Tanah Air turun 24,890 poin atau setara 0,405% menjadi 6.112,72. Raihan tersebut tidak lebih baik dibandingkan penutupan Selasa (24/9) kemarin di posisi 6.137,61.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,01 triliun dengan 17,01 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp769,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,87 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,10 triliun. Tercatat sebesar 217 saham menguat, 230 melemah dan 162 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp975 menjadi Rp52.025, PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) bertambah Rp55 menjadi Rp1.355 dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) melonjak Rp50 ke posisi Rp5.250.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Meta Epsi Tbk. (MTPS) turun Rp175 menjadi Rp1.425, PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) jatuh Rp110 menjadi Rp1,740 serta PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) turun Rp95 menjadi Rp1.005.
Di sisi lain pasar saham Asia berjatuhan pada akhir perdagangan, Rabu ketika perhatian investor tertuju terhadap perkembangan politik di Amerika Serikat saat parlemen tengah melakukan menyelidikan ke Presiden Donald Trump. Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi secara resmi mengumumkan penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump.
Penyelidikan ini terkait ulah Trump yang meminta Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky untuk mendiskreditkan putra dari bakal calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Sentimen tersebut mendorong ekonomi Asia lebih rendah, di antaranya saham daratan China tergelincir dengan Komposit Shanghai menyusut 1% ke level 2.955,43 dan Komposit Shenzhen ambruk hingga 1,608% ke level 1.638,77.
Selanjutnya Indeks Hang Seng di Hong Kong juga anjlok -1.28% atau setara -335.65 poin ke level 25,945.35. Sedangkan indeks Nikkei Jepang ditutup 0,36% lebih rendah pada posisi 22.020,15 untuk mengiringi indeks kelas berat SoftBank Group dan FANUC masing-masing turun 2,29% dan 2,99%. Ditambah indeks Topix tergelincir 0,18% untuk menyelesaikan perdagangan di posisi 1.620,08.
Lokasi lain di Korea Selatan, indeks Kospi mendapatkan tambahan sebesar 1,32% untuk menutup perdagangan tengah pekan di posisi 2.073,39. Sementara bursa utama Australia yakni S&P/ASX 200 mengakhiri sesi sore dengan 0,57% lebih rendah di posisi 6.710,20. Indeks MSCI Asia di aluar Jepang diperdagangkan menyusut 0,9%.
Sebelumnya pada awal sesi terpantau laju bursa saham Tanah Air turun 24,890 poin atau setara 0,405% menjadi 6.112,72. Raihan tersebut tidak lebih baik dibandingkan penutupan Selasa (24/9) kemarin di posisi 6.137,61.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,01 triliun dengan 17,01 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp769,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,87 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,10 triliun. Tercatat sebesar 217 saham menguat, 230 melemah dan 162 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp975 menjadi Rp52.025, PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) bertambah Rp55 menjadi Rp1.355 dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) melonjak Rp50 ke posisi Rp5.250.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Meta Epsi Tbk. (MTPS) turun Rp175 menjadi Rp1.425, PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) jatuh Rp110 menjadi Rp1,740 serta PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) turun Rp95 menjadi Rp1.005.
Di sisi lain pasar saham Asia berjatuhan pada akhir perdagangan, Rabu ketika perhatian investor tertuju terhadap perkembangan politik di Amerika Serikat saat parlemen tengah melakukan menyelidikan ke Presiden Donald Trump. Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi secara resmi mengumumkan penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump.
Penyelidikan ini terkait ulah Trump yang meminta Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky untuk mendiskreditkan putra dari bakal calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Sentimen tersebut mendorong ekonomi Asia lebih rendah, di antaranya saham daratan China tergelincir dengan Komposit Shanghai menyusut 1% ke level 2.955,43 dan Komposit Shenzhen ambruk hingga 1,608% ke level 1.638,77.
Selanjutnya Indeks Hang Seng di Hong Kong juga anjlok -1.28% atau setara -335.65 poin ke level 25,945.35. Sedangkan indeks Nikkei Jepang ditutup 0,36% lebih rendah pada posisi 22.020,15 untuk mengiringi indeks kelas berat SoftBank Group dan FANUC masing-masing turun 2,29% dan 2,99%. Ditambah indeks Topix tergelincir 0,18% untuk menyelesaikan perdagangan di posisi 1.620,08.
Lokasi lain di Korea Selatan, indeks Kospi mendapatkan tambahan sebesar 1,32% untuk menutup perdagangan tengah pekan di posisi 2.073,39. Sementara bursa utama Australia yakni S&P/ASX 200 mengakhiri sesi sore dengan 0,57% lebih rendah di posisi 6.710,20. Indeks MSCI Asia di aluar Jepang diperdagangkan menyusut 0,9%.
(akr)
Lihat Juga :