Minyak Curah Dilarang, Penjual Gorengan Bakal Naikkan Harga Sampai Rp2.000

Senin, 07 Oktober 2019 - 21:33 WIB
Minyak Curah Dilarang,...
Minyak Curah Dilarang, Penjual Gorengan Bakal Naikkan Harga Sampai Rp2.000
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewajibkan penjualan minyak goreng melalui kemasan atau tak lagi membolehkan penjualan secara curah mulai tahun depan. Menyikapi hal ini, pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan ancang-ancang akan menaikkan harga jual gorengan.

Supartno, salah satu pedagang gorengan di Cibubur mengatakan rencananya untuk menjual gorengan hingga mencapai Rp2.000 dari sebelumnya Rp500 per buah. Pasalnya, dia meyakini harga minyak goreng kemasan lebih mahal dari yang curah sehingga biaya produksi pembuatan gorengan juga semakin tinggi.

"Bikin gorengan itu kan pake (biaya) produksi ya. Saya jual gorengan ini Rp500, omzet aja kadang enggak menutupi. Kalau minyak curah enggak ada, ya (harganya) saya naikin jadi Rp1.500 atau bisa Rp2.000, kan minyak kemasan mahal," ujar Supartno saat diwawancarai SINDOnews di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Dia mengatakan kenaikan harga gorengan hingga lebih dua kali lipat tersebut akan dilakukan jika pemerintah tidak memberikan subsidi atau harga murah untuk minyak kemasan, khususnya bagi pedagang kecil seperti dirinya.

"Ya kalau (harga gorengan) enggak mau naik, ya sudah jual minyak kemasan seharga minyak curah, kan biar seimbang dan kita juga enggak terbebani," jelasnya.

Sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebutkan, harga yang tidak mahal menjadi prasyarat agar konsumen tak kembali membeli minyak goreng curah yang mulai tahun 2020 sudah dilarang peredarannya. Sesuai rencana, HET (harga eceran tertinggi) ditetapkan Rp11.000 per liter.

Sebagai informasi, penggunaan minyak goreng curah tidak aman bagi konsumen. Minyak goreng curah, kata Mendag, tidak terjamin bahan-bahan pembuatnya, kurang higienis dan proses pembuatannya pun bisa berbahaya bagi konsumen.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minyak Goreng Mahal,...
Minyak Goreng Mahal, Emak-Emak Demo Kementerian Perdagangan
Diduga Ada Gratifikasi...
Diduga Ada Gratifikasi di Kementerian Perdagangan, Kasus Migor Langka Naik ke Penyidikan
2 Pekan Lagi, Minyak...
2 Pekan Lagi, Minyak Goreng Minyakita Banjiri Pasar
Kemendag Diminta Berbenah...
Kemendag Diminta Berbenah Hadapi Kelangkaan Minyak Goreng
Sempat Ditunda, Sidang...
Sempat Ditunda, Sidang Perdana Korupsi Minyak Goreng Digelar Hari Ini
DPR Didorong Bentuk...
DPR Didorong Bentuk Pansus Minyak Goreng
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
8 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
9 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
9 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
9 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved