Redenominasi Rupiah Batal, JK: Belum Penting

Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:14 WIB
Redenominasi Rupiah...
Redenominasi Rupiah Batal, JK: Belum Penting
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengungkapkan alasan batalnya redenominasi rupiah atau menghilangkan sejumlah angka nol di mata uang rupiah.

Rencana redenominasi sejatinya sudah muncul sejak tahun 2010, ketika Darmin Nasution masih menjabat Gubernur Bank Indonesia. Dan rencana penghapusan Rp1.000 menjadi Rp1 sempat mecuat kembali di masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tetapi, kata JK, rencana ini batal karena pemerintah saat ini lebih fokus menggarap persoalan negara yang lainnya.

"Dan pilihan memangkas Rp1.000 menjadi Rp1 tidak memiliki urgensi tinggi maka kita rem dulu," terang JK kepada 100 ekonom di Hotel Westin Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Menurut JK, sejatinya wacana menghilangkan sejumlah angka nol di mata uang rupiah dianggap sebagai cara efektif untuk menaikkan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Meski rencana ini batal, JK menegaskan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih jauh lebih baik dibandingkan mata uang negara-negara seperti peso Venezuela, real Brasil, lira Turki dan rand Afrika Selatan.

"Jadi, rupiah kita bukan mata uang yang terburuk di dunia. Kita lihat itu ada Venezuela, Brasil, Turki, kemudian Afrika Selatan," jelasnya.

Sebagai informasi, redenominasi berbeda dengan sanering atau pemotongan (nilai) uang, sebagaimana yang pernah terjadi di Indonesia pada 25 Agustus 1959. Saat itu, uang pecahan Rp500 dan Rp1.000 diturunkan nilainya menjadi Rp50 rupiah dan Rp100. Dengan kata lain, nilai uang dipangkas hingga 90%.

Berbeda dengan sanering, redenominasi tidak mengurangi nilai mata uang, sehingga tidak memengaruhi harga barang. Redenominasi hanyalah menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dalam bertransaksi.

Faktor psikologis dan masalah kebiasaan pada masyarakat mengenai penyederhanaan nilai mata uang inilah yang harus disosialisasikan dengan baik jika program redenominasi kelak jadi dilakukan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
JK Sebut Rizal Ramli...
JK Sebut Rizal Ramli Punya Pemikiran Tangguh
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Dua Aktivis Perdamaian...
Dua Aktivis Perdamaian Jepang Temui Jusuf Kalla
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
32 menit yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
1 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
1 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
2 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
2 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
3 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved