Jokowi Tidak Akan Beri Ampun untuk Menteri yang Tidak Serius

Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:03 WIB
Jokowi Tidak Akan Beri...
Jokowi Tidak Akan Beri Ampun untuk Menteri yang Tidak Serius
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia harus keluar dari negara pendapatan kelas menengah menjadi negara maju di tahun 2045. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar, terutama sumber daya manusia dengan bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif lebih tinggi dari yang tidak produktif.

Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju, Jokowi mengatakan ada lima fokus utama pada kepemimpinannya lima tahun mendatang.

Fokus pertama sekaligus prioritas adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. "Itu tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, kita perlu endowment fund (dana abadi) yang besar untuk manajemen sumber daya manusia kita," ujarnya dalam Pidato Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Sidang MPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Fokus kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi. Kemudian dapat mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

"Ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan, dipotong, dipangkas. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Akan ada UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM," katanya.

Menurut Jokowi, masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU. Kata dia, ada puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus.

Fokus keempat adalah penyederhanaan birokrasi yang harus terus dilakukan secara besar-besaran. Jokowi mengatakan bakal menyederhanakan eselonisasi menjadi hanya 2 level saja. Nantinya akan diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi.

Untuk itu, Jokowi meminta kepada para menteri, para pejabat, dan para birokrat agar serius untuk menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. "Bagi yang tidak serius saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sekali lagi, saya pasti akan copot," tandasnya.

Fokus kelima adalah transformasi ekonomi. Berhenti ketergantungan ekonomi pada sumber daya alam, berganti ke daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi.

Dan Jokowi mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan Indonesia menjadi negara maju. "Layarku sudah terkembang, kemudiku sudah terpasang, kita bersama menuju Indonesia maju," tegasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Semprot Menteri Soal...
Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffle
Soroti Kinerja Menteri,...
Soroti Kinerja Menteri, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan
Jokowi Kembali Ingatkan...
Jokowi Kembali Ingatkan Menterinya: Jangan Biasa-biasa Saja
Jokowi ke Menkes Terawan:...
Jokowi ke Menkes Terawan: Anggaran Rp75 Triliun Baru keluar 1,53% Coba
Presiden Lantik Politikus...
Presiden Lantik Politikus Hanura Jadi Kepala BP2MI
Kepala PPATK Ucap Sumpah...
Kepala PPATK Ucap Sumpah Jabatan di Hadapan Jokowi
Berita Terkini
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
7 menit yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
28 menit yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
57 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
1 jam yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved