Menperin Agus Gumiwang Fokus Lanjutkan Program Prioritas

Kamis, 24 Oktober 2019 - 09:01 WIB
Menperin Agus Gumiwang...
Menperin Agus Gumiwang Fokus Lanjutkan Program Prioritas
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan akan melaksanakan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menekankan fokus kerja Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, visi tersebut akan dilanjutkan oleh Kemenperin melalui berbagai program dan kebijakan strategis yang telah dijalankan.

"Semua yang dijalankan oleh Pak Airlangga sudah baik, tugas saya hanya melanjutkan. Tetapi ada tugas-tugas yang harus segera diselesaikan, itu menjadi PR bagi saya. Tentunya sesuai dengan arahan dari Presiden," kata Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Sebelumnya, Menperin dijabat oleh Airlangga Hartarto, yang kini menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Agus Gumiwang dan Airlangga Hartarto merupakan politisi Partai Golkar dan pernah menjadi legislator di DPR RI.

Agus menyebutkan, pengembangan kompetensi SDM khususnya untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, di antaranya bakal dipasok dari hasil kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi. Selama ini, Kemenperin sudah punya program Diklat 3 in 1, yang juga akan terus didukung dengan program link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri.

Berdasarkan catatan Kemenperin, pada periode tahun 2015-2018 telah diselenggarakan pelatihan tenaga kerja industri dengan sistem 3-in-1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja) yang bekerja sama dengan sejumlah sektor industri. Hasilnya, sebanyak 81.176 orang tenaga kerja industri kompeten yang telah terserap di dunia industri. Pada tahun 2019, Kemenperin menargetkan pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3-in-1 ini dapat meluluskan sebanyak 72.000 orang.

Sementara itu, sejak diluncurkan program vokasi industri yang link and match antara SMK dengan industri pada tahun 2017, Kemenperin telah melibatkan 2.612 SMK dan 1.032 industri. Kegiatan ini menghasilkan sebanyak 4.987 perjanjian kerja sama dan telah menelurkan tenaga kerja industri yang kompeten hingga 594.972 orang.

"Kemudian, kami akan terus mendorong transformasi sektor manufaktur dan pembangunan wilayah-wilayah industri. Bahkan, Presiden secara khusus menekankan pula pada pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM)," ujar Agus.

Berdasarkan program prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah fokus untuk mengakselerasi sektor manufaktur agar melakukan transformasi ke arah industri 4.0 atau digitalisasi. Upaya strategis ini dinilai bisa meningkatkan produktivitas secara lebih efisien sehingga mampu mendongkrak daya saing.

Tidak hanya menyasar pada sektor skala besar, Kemenperin juga proaktif mengajak pelaku IKM nasioal untuk melek digital. Oleh karena itu, diluncurkan program e-Smart IKM sejak tahun 2017. Hingga 2019, telah dilaksanakan workshop e-Smart IKM yang diikuti sebanyak 10.038 peserta dengan total transaksi penjualan yang dihasilkan sebesar Rp3,27 Miliar.

Penerapan industri 4.0 diyakini bisa mengoptimalkan potensi pada penambahan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2% dari baseline pertumbuhan 5%, peningkatan kontribusi industri terhadap PDB hingga 25%, peningkatan net export sebesar 10%, dan menciptakan sebanyak 17 juta lapangan kerja. Aspirasi besar dari sasaran tersebut, menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang punya perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

"Selanjutnya, untuk memperluas pasar sektor industri, kami akan menguatkan kerja sama bilateral. Ada empat negara yang potensial," ungkapnya. Di samping itu, Agus ingin mendorong percepatan penggunaan energi terbarukan, hingga B-100. "Kami juga fokus terhadap substitusi impor," imbuhnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Jamu Tony Blair...
Jokowi Jamu Tony Blair di Restoran Menteng, Bahas Apa?
Digelar Tertutup, Mantan...
Digelar Tertutup, Mantan Menteri Kabinet Indonesia Maju Temui Jokowi, Bahas Apa?
Eks Menteri Koalisi...
Eks Menteri Koalisi Indonesia Maju Bertemu Jokowi, Teten Masduki: Silaturahmi
Presiden, Wapres, dan...
Presiden, Wapres, dan Menteri Kabinet Indonesia Maju Serahkan Zakat ke Baznas
Reshuffle Dinilai Lebih...
Reshuffle Dinilai Lebih Kuat Muatan Politis, Ini Alasannya
Mensesneg Pratikno Dinilai...
Mensesneg Pratikno Dinilai Ingin Amputasi Skenario Reshuffle
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Program Pensiun Tambahan...
Program Pensiun Tambahan Disiapkan, Gaji Pekerja akan Dipotong Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved