Penyaluran Kredit Meningkat, Laba Bersih BTPN Naik 20%

Kamis, 24 Oktober 2019 - 10:19 WIB
Penyaluran Kredit Meningkat,...
Penyaluran Kredit Meningkat, Laba Bersih BTPN Naik 20%
A A A
JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatat penyaluran kredit pada kuartal III/2019 sebesar Rp140,6 triliun atau tumbuh 107% dari posisi yang sama tahun sebelumnya senilai Rp67,8 triliun. Penyaluran kredit sampai dengan kuartal III/2019 sebagian besar ditopang dari pembiayaan korporasi, kredit usaha kecil dan menengah (UKM), pembiayaan konsumer, serta pembiayaan prasejahtera produktif melalui anak usaha, BTPN Syariah.

“Seiring pertumbuhan yang baik, Bank BTPN konsisten menjaga penyaluran kredit tetap sehat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tercermin pada rasio kredit bermasalah (non-performing loan) sebesar 0,8% (gross),” kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana di Jakarta kemarin.

Dia melanjutkan, untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan kredit, perseroan menghimpun pendanaan sebesar Rp145,7 triliun atau meningkat 88% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah pendanaan tersebut terdiri dari Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp98,3 triliun, pinjaman dari pihak lain senilai Rp41,2 triliun, serta pinjaman subordinasi senilai Rp6,2 triliun.

Dengan realisasi penyaluran kredit dan pendanaan tersebut, rasio pinjaman terhadap pendanaan (loan to funding ratio/LFR) Bank BTPN mencapai 96,5%. Sebagai salah satu langkah diversifikasi sumber pendanaan, Bank BTPN berencana melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi IV tahap I tahun 2019 dengan target dana Rp1 triliun.

Dana yang dihimpun dari penawaran obligasi ini akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit. Sampai akhir September 2019, aset Bank BTPN tumbuh 86% menjadi Rp182,2 triliun (year on year/yoy) dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,4%. Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) meningkat 20% menjadi Rp1,9 triliun.

“Dengan permodalan yang kuat dan dukungan global dari SMBC, kami meyakini pencapaian ini semakin memotivasi kami untuk berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian dan pembangunan nasional,” ungkap Ongki.

Hingga akhir September 2019, lanjut dia, jumlah pengguna terdaftar Jenius telah mencapai lebih dari 2 juta nasabah, tumbuh 148% dari periode yang sama tahun lalu. “Sebagai pionir di bank digital, Jenius akan terus berinovasi dalam menghadirkan fitur-fitur baru yang unik dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Konsistensi ini akan kami jaga karena kami percaya platform ini bakal memainkan peran penting dalam pengembangan bisnis ritel Bank BTPN di masa depan,” imbuh Ongki. (Kunthi Fahmar Sandy)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
18 menit yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
35 menit yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
36 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
59 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
1 jam yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved