Pertamina Bangun PLTS di Kampung Laut Senilai Rp1,5 Miliar

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 11:40 WIB
Pertamina Bangun PLTS...
Pertamina Bangun PLTS di Kampung Laut Senilai Rp1,5 Miliar
A A A
CILACAP - PT Pertamina (Persero) menyalurkan program sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) membangun pembangkit listrik tenaga surya terintegrasi dengan tenaga angin di Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah. Hal itu sebagai upaya perseroan turut melistriki daerah tertinggal yang belum teraliri akses listrik PLN.

“Awalnya daerah tersebut merupakan daerah tertinggal dan belum mendapatkan akses listrik. Pertamina kemudian membantu menyalurkan energi listrik menggunakan energi terbarukan,” ujar Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Laode Syarifuddin Mursali di Kampung Laut, Cilacap, kemarin.

Menurut dia pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan terintegrasi tersebut telah selesai dibangun sejak tahun lalu. Adapun dana program CSR untuk membangun pembangkit listrik surya dan kincir angin tersebut mencapai Rp1,5 miliar dengan kapasitas mencapai 12.000 watt peak (wp).

Dana tersebut, imbuhnya, digunakan untuk membangun 5 kincir angin dan 24 panel surya serta jaringan transmisi. “Dengan kapasitas itu, mampu melistriki 37 Kepala Keluarga (KK) dari 80 KK,” kata dia.

Dia menambahkan, program E-Mas Bayu tersebut merupakan komitmen perseroan mengembangkan energi ramah lingkungan. Selain itu, pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi daerah setempat. “Diharapkan masuknya energi listrik tersebut perekonomian masyarakat nelayan di Kampung Laut semakin tumbuh,” kata dia.

Setelah mandiri energi, kata dia, Pertamina melanjutkan program bantuan supaya mandiri secara ekonomi melalui program E-Mba Mina. Melalui program tersebut, Pertamina turut membantu mengembangkan pengelolaan tambak dengan metode silvofishery.

Adapun program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan kelompok tambak sebesar 50% atau rata-rata meningkat sekitar Rp1 juta per bulan setiap kelompok. “Dulunya nelayan di Kampung Laut 90% lahan tamban belum optimal. Tapi dengan kehadiran program CSR Pertamina tambak-tambak mulai produktif dengan didukung program E-Mas Bayu dan E-Mba Mina,” kata dia. (Nanang Wijayanto)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
4 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
36 menit yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
55 menit yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
2 jam yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved