Bandara Husein Sastranegara Bandung Jadi Hub Bagi Pesawat Propeller

Rabu, 30 Oktober 2019 - 21:21 WIB
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Bandung Jadi Hub Bagi Pesawat Propeller
A A A
JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mewujudkan sinergitas antara dua bandara di Jawa Barat yakni Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Kertajati di Majalengka.

Sebagai operator di Bandara Husein Sastranegara dan juga Bandara Kertajati, Angkasa Pura II membagi peran kedua bandara tersebut sehingga sektor penerbangan dan transportasi udara dapat lebih maksimal dan optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian serta pariwisata di Jawa Barat.

Terkait dengan hal itu Angkasa Pura II baru saja memutuskan bahwa Bandara Husein Sastranegara akan dijadikan bandara hub bagi penerbangan pesawat baling-baling (propeller) untuk rute-rute dalam dan keluar Jawa.

President Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, pembicaraan dengan sejumlah maskapai telah dilakukan untuk mendorong agar operasional propeller seperti ATR 72 dan sejenis bisa dipusatkan di Bandung.

“Infrastruktur dan lokasi Bandara Husein Sastranegara sangat tepat untuk menjadi hub pesawat propeller. Saat ini sudah ada 68 penerbangan propeller setiap hari untuk take off dan landing. Kami targetkan segera bertambah lagi, baik itu pembukaan rute baru atau penambahan frekuensi di rute eksisting. Estimasinya bisa menjadi 100 penerbangan sampai akhir tahun 2019 ini," ujar Awaluddin di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Adapun maskapai yang saat ini mengoperasikan propeller di Bandung adalah Wings Air, Garuda Indonesia, NAM Air dan Citilink, dengan berbagai rute tujuan antara lain Surabaya, Bengkulu, Yogyakarta, Tanjung Karang, Halim Perdanakusuma, Solo, Pangkal Pinang, dan lain sebagainya.

Sejumlah rencana pengembangan di Bandara Husein Sastranegara juga akan disesuaikan menyusul keputusan menjadikan bandara itu sebagai hub propeller, di antaranya terkait dengan bengkel pesawat atau MRO (maintenance, repair, overhaul).

“Angkasa Pura II sudah berbicara dengan PT Dirgantara Indonesia terkait dengan MRO di Bandara Husein Sastranegara,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa Bandara Husein Sastranegara yang menjadi hub propeller ini akan mendukung penuh operasional Bandara Kertajati di Majalengka.

PT. Angkasa Pura II sendiri menyiapkan Bandara Kerjati untuk melayani penerbangan pesawat jet baik itu berbadan sedang (narrow body) atau berbadan lebar (wide body).

“Bandara Kertajati itu adalah masa depan dari Jawa Barat. Runway di bandara itu berukuran 3.000 x 60 m sudah bisa untuk melayani penerbangan wide body bukan saja Airbus A330 atau Boeing 777, tapi juga hingga sekelas Airbus A380," tuturnya. Ke depannya, runway Kertajati bahkan bisa diperpanjang hingga 3.500 meter dan masih ada lahan untuk membangun runway kedua.

“Sementara, di Husein Sastranegara ukuran runway 2.220 x 45 m yang maksimal hanya bisa narrow body karena sudah tidak mungkin lagi melakukan pengembangan runway di sana. Belum lagi luasan gedung terminal yang hanya mampu menampung maksimal 4 juta pergerakan penumpang per tahun. Area lahan untuk perluasan bangunan juga terbatas. Jadi, memang ada keterbatasan untuk pengembangan bandara,” jelasnya.

Saat ini memang masih terdapat kendala yang dihadapi Kertajati yakni perihal aksesibiitas. Pasalnya jalan tol Cisumdawu belum selesai. "Juga bila jalan tol elevated Jakarta-Cikampek sudah beroperasi maka calon penumpang pesawat dari Bekasi, Cikarang, Karawang, diperkirakan lebih memilih berangkat dari Bandara Kertajati dibandingkan misalnya dari Bandara Halim Perdanakusuma atau Bandara Soekarno-Hatta,” tandasnya

Awaluddin mengatakan ini konsep yang dibangun Angkasa Pura II dalam mengelola Kertajati, Husein Sastranegara, Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta sebagai bandara bandara yang terintegrasi dalam konteks operasi kebandarudaraan. Operasional keempat bandara tersebut, jelas Muhammad Awaluddin, difokuskan pada konsep integrated multi-airport system.

“Konsep integrated multi-airport system ini membuat keempat bandara saling mendukung, dimana traffic penumpang dan penerbangan terdistribusi dengan baik di antara empat bandara tersebut," ucapnya.

Pada akhirnya, konsep integrated multi-airport system ini juga mendukung pengembangan area megapolitan di Jawa Barat hingga Jabodetabek.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fix, Mulai 20 Agustus...
Fix, Mulai 20 Agustus Pesawat Jet Terbang Lagi ke Bandara Husein Sastranegara
Penerbangan dari Bandara...
Penerbangan dari Bandara Husein Pindah ke Kertajati, AP II: Enggak Ada yang Keberatan
18 Rute Jet Komersial...
18 Rute Jet Komersial Berhenti Beroperasi di Bandara Husein Sastranegara Bandung
Soal Penerbangan Pesawat...
Soal Penerbangan Pesawat Jet di Husein, Tunggu Arahan Kantor Pusat
Mau Naik Pesawat dari...
Mau Naik Pesawat dari Husein Sastranegara Bandung? Ini Syaratnya
Pesawat Jet BIJB Kembali...
Pesawat Jet BIJB Kembali Beroperasi di Husein Bandung, Ini Kata Dirut AP II
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved