IPO, Ginting Jaya Energi Lepas 750 Juta Saham

Jum'at, 01 November 2019 - 11:31 WIB
IPO, Ginting Jaya Energi...
IPO, Ginting Jaya Energi Lepas 750 Juta Saham
A A A
JAKARTA - PT Ginting Jaya Energi Tbk resmi menyelenggarakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 31 Oktober 2019 dengan kode saham WOWS usai mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Disamping itu OJK menyatakan bahwa Ginting Jaya Energi Tbk termasuk kategori saham syariah.

CEO Ginting Jaya Energi Tbk Jimmy Hidayat mengatakan, akan melepas 750.000.000 lembar saham yang mewakili 30,29 % modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana. Dengan IPO ini, selain mendapatkan dana segar untuk pengembangan usaha, Ginting Jaya Energi akan mendapatkan status perusahaan publik.

Dari hasil bookbuilding di harga Rp375 - Rp450, terbentuk harga per lembar saham sebesar Rp 450, sehingga target peraihan dana IPO mencapai Rp337,5 miliar. Ginting Jaya Energi Tbk telah menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas dan MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Adapun 63,56% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penambahan 7 rig work over dan well services (Wows) perseroan. Pembelian aset tetap untuk mendukung operasional sebesar 16,74%, pelunasan sebagian utang leasing dengan perusahaan pembiayaan yang merupakan pihak ketiga sebanyak 13,06% dan untuk modal kerja sebesar 6,64% dengan rincian sebanyak 80% dari modal kerja.

“Pada 2019 kami menargetkan pendapatan senilai Rp185 miliar. Target ini meningkat sebesar 10,02% dibanding tahun 2018, sementara tahun depan kami targetkan Rp206 miliar,” ujar Jimmy Hidayat di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Adapun laba bersih pada 2019 perseroan menargetkan perolehan Rp31 miliar. “Ini berdasarkan pada nilai kontrak yang kami dapatkan tahun ini,” tambahnya.

Pada April 2019, Ginting Jaya Energi Tbk mendapatkan kontrak senilai Rp390 miliar untuk layanan workover dan well service (wows) yang dengan masa kontrak selama 2 tahun. “Karena kontraknya 2 tahun, jadi tahun ini kami dapat separuh dari total nilai kontrak senilai Rp390 miliar,” jelas Jimmy.

Ia menambahkan, bahwa pendapatan perusahaan tahun 2020 pasca IPO diproyeksikan akan naik 1,5 kali lipat dengan laba bersih tumbuh hingga 250%. Jimmy Hidayat lebih jauh menuturkan, potensi bisnis WOWS di Indonesia diprediksi mencapai sekitar Rp23 triliun per tahun.

Return on Investment (ROI) dalam industri ini cukup tinggi dengan profit margin yang besar dan EBITDA hingga 60%. Dimana salah satu keunggulan bisnis WOWS adalah kebal terhadap fluktuasi harga minyak. Hal ini terbukti pada 2017 dan 2018, pendapatan Ginting Jaya Energi Tbk mampu bertumbuh meski saat itu harga minyak dunia anjlok hingga USD 45 per barel.

Jika dibandingkan dengan perusahaan jasa penyewaan rig WOWS dan EOR lain yang telah mencatatkan sahamnya di bursa efek Amerika, Kanada, dan Cina, harga saham Ginting Jaya Energi Tbk -dengan kode WOWS- yang dilepas ke publik, masih terdiskon 50%. Dengan tambahan 7 unit rig di tahun 2020 dan target penambahan hingga 23 unit pada 2023, maka Ginting Jaya Energi Tbk akan menjadi perusahaan penyedia jasa penyewaan rig WOWS terbesar di wilayah Asia Pasifik.

Ginting Jaya Energi Tbk akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 November 2019 dengan kode WOWS. Ginting Jaya Energi juga merupakan perusahaan dengan spesialisasi pekerjaan jasa penyewaan Rig work over well services (Wows) dan enhanced oil recovery (EOR) yang memiliki 9 unit rig wows yang beroperasi di Sumatera Selatan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersiap IPO, Intip Jadwal...
Bersiap IPO, Intip Jadwal Penawaran PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK)
Industri Tambak Udang...
Industri Tambak Udang PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) Masuki Masa Bookbuilding, Simak Jadwalnya!
PT Pertamina Geothermal...
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Resmi IPO
Mulai Hari Ini! PT Soraya...
Mulai Hari Ini! PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) Buka Penawaran Umum Rp125 per Saham
PT Bersama Mencapai...
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) Bersiap Segera Listing di Bursa Efek Indonesia
Emiten PT Cipta Perdana...
Emiten PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) Siap Melantai di Bursa, Tawarkan Harga Rp105 Per Saham
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
17 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
24 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
28 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved