BI Pacu Kontribusi Pesantren ke Ekonomi Nasional

Kamis, 07 November 2019 - 22:32 WIB
BI Pacu Kontribusi Pesantren...
BI Pacu Kontribusi Pesantren ke Ekonomi Nasional
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mendorong kontribusi pesantren dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah di Indonesia. Potensi ekonomi syarah di Indonesia sendiri sangat menjanjikan, terutama enam sektor unggulan industri halal di Tanah Air, seperti industri makanan halal, pariwisata halal, fesyen muslim, industri kreatif, pertanian terintegrasi dan juga renewable energy.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Syariah Suhaedi menerangkan, peran pesantren bisa membentuk karakter bangsa dalam meningkatkan ekonomi. "Peran pesantren itu membentuk karakter bangsa dan meningkatan ekonomi di masa depan nantinya," ujar Suhaedi di Gedung BI, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Sambung dia melanjutkan, peran pesantren dalam menjadi penggerak ekonomi syariah akan terus digalakkan. Khususnya di beberapa daerah yang banyak memiliki potensial untuk ekonomi syariah. "Oleh karena itu, selain pusat belajar studi agama. Pesantren itu dapat berperan sebagai penggerak ekonomi di daerah masing-masing," jelasnya.

Selain itu pesantren juga terus dipacu untuk melahirkan entrepreneur baru sehingga bisa mendorong pengembangan ekonomi syariah. "BI akan memperkenalkan entrepreneur, dimana 240 pesantren telah melahirkan para santri yang tidak hanya punya ilmu fiqih tapi juga ekonomi," paparnya.

Seperti diketahui Bank Indonesia (BI) bersama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kementerian Luar Neger, dan otoritas/lembaga terkait lainnya bersinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Hal itu antara lain diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Laporan BI: KPR Kini...
Laporan BI: KPR Kini jadi Andalan Bank Syariah
Ekonomi Syariah Masih...
Ekonomi Syariah Masih Lamban
Wapres Resmikan Operasional...
Wapres Resmikan Operasional Bank Riau Kepri Syariah, Jadi Awal Kemudi Ekonomi Syariah
BI: Indonesia Adalah...
BI: Indonesia Adalah Sosok Leader dalam Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia
Dukung Bank Syariah...
Dukung Bank Syariah Indonesia, PBNU Ungkap Alasannya
Berita Terkini
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
24 menit yang lalu
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
59 menit yang lalu
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
1 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
1 jam yang lalu
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
1 jam yang lalu
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved