Inovasi Alat Pencegah Marine Growth, Pertamina EP Hasilkan Efisiensi 99,86%

Jum'at, 08 November 2019 - 08:19 WIB
Inovasi Alat Pencegah...
Inovasi Alat Pencegah Marine Growth, Pertamina EP Hasilkan Efisiensi 99,86%
A A A
JAKARTA - PT Pertamina EP terus menggiatkan pengembangan inovasi agar dapat mendukung kelancaran dan kehandalan operasi. Salah satu inovasi yang dirintis melalui PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field di bidang industri migas offshore adalah mencegah pertumbuhan marine growth.

Marine growth adalah sekumpulan hewan atau tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan atau struktur di laut. "Kondisi bahan makanan/nutrisi, cahaya matahari, faktor pH (derajat keasaman) dan kondisi lingkungan lain cocok bagi pertumbuhan mereka di sini," ujar Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field Manager Hari Widodo, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11/2019).

Menurut Hari, tumbuhnya marine growth pada permukaan bangunan atau struktur ini dapat menimbulkan berbagai masalah. Pada struktur platform, adanya marine growth akan menyebabkan struktur menjadi lebih berat (penambahan massa) sehingga menyebabkan perubahan respon struktur tersebut terhadap beban-beban dinamis yang diterimanya (ada perubahan frekuensi natural, ragam getar, dan lain sebagainya).

"Di samping itu, marine growth akan menyebabkan pertambahan diameter efektif tiang struktur sehingga menyebabkan beban arus dan beban gelombang yang diterima struktur menjadi lebih besar. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada kekuatan struktur platform," ujarnya.

Pertamina EP Field Jatibarang telah berhasil menemukan sebuah inovasi alat baru yang bisa menggantikan kerja manual yang dilakukan untuk mengatasi marine growth. Diberi nama sebagai "Sea-Waroc (Sea Wave Ring Automatic)", alat ini didesain untuk menghilangkan salah satu unsur penyebab pertumbuhan marine growth tersebut, yaitu bahan makanan/nutrisi.

Menurut Hari, Sea-Waroc membersihkan tiang struktur platform dari bahan-bahan makanan marine growth sehingga pertumbuhan marine growth di tiang struktur platform dapat dicegah. Sea-Waroc didesain dalam bentuk ring menggunakan prinsip mekanis dan Buoyancy untuk menghilangkan bahan makanan/nutrisi yang menempel di tiang struktur platform. Alat Sea-Waroc merupakan inovasi baru di dunia migas offshore, bukan adopsi dari model lain. Inovasi Sea-Waroc telah dilombakan dalam ajang Improvement & Innovation Award (IIA) PT Pertamina EP pada 7-9 Oktober 2019 dan mendapat hasil GOLD.

"Invensi Sea-Waroc ini akan mengurangi biaya secara signifikan dengan mengubah cara lama dalam mengatasi marine growth sekaligus meningkatkan integritas platform offshore yang akan menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan," ujar Pertamina EP Asset General Manager Wisnu Hindadari.

Sebelumnya, demi mengatasi marine growth dengan menggunakan alat water jet yang dioperasikan oleh penyelam membutuhkan biaya sekitar Rp23,2 miliar, dengan alat "Sea-Waroc" hanya membutuhkan biaya sekitar Rp31,5 juta. Dengan demkian terdapat efisiensi sebesar 99,86%. Implementasi tersebut sudah berjalan sekitar lima bulan.

Franky Melky dari Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur–BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) mengatakan alat Sea-Waroc merupakan ide yang sangat bagus untuk mencegah pertumbuhan marine growth, dengan material yang digunakan mudah didapat sehingga alat Sea-Waroc dapat diterapkan di lapangan offshore lain.

"Kami berharap melalui penemuan alat ini dapat membantu pemasalahan offshore, dengan alat Sea-Waroc, PT Pertamina EP berharap dapat membantu operator lapangan migas lain yang memiliki platform offshore dalam menyelesaikan permasalahan marine growth," ujarnya.

Jatibarang Field merupakan lapangan migas yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Memasuki semester akhir 2019, telah mencatat produksi minyak sebesar 7.924 BOPD (110,5% terhadap target), sedangkan produksi gas 41,9 MMSCFD (9.3% terhadap target).
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PEP Kembali Sabet Predikat...
PEP Kembali Sabet Predikat Best of The Best di APQ Awards 2020
Terapkan Inovasi Dobber,...
Terapkan Inovasi Dobber, Pertamina EP Hasilkan Efisiensi Rp10,7 Miliar
Pertamina EP Boyong...
Pertamina EP Boyong Gelar Best of The Best di UIIA 2020
Pertamina EP Perkenalkan...
Pertamina EP Perkenalkan Inovasi Migas Berkelanjutan ke Unhan
Proyek CO2 Reduction...
Proyek CO2 Reduction Akasia Bagus Dongkrak Produksi Minyak Pertamina EP
Pertamina EP Tampilkan...
Pertamina EP Tampilkan Inovasi Hulu Migas di ADIPEC 2025
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
8 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
9 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
9 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
9 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
Dengan Inovasi Genom,...
Dengan Inovasi Genom, Harimau Tazmania Siap Dihidupkan Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved