Startup Nepal Incar Industri Perbankan Indonesia

Selasa, 12 November 2019 - 11:56 WIB
Startup Nepal Incar...
Startup Nepal Incar Industri Perbankan Indonesia
A A A
SUDAH lebih dari dua tahun Rosebay hadir di Indonesia. Tetapi, baru kali ini mereka unjuk gigi, tepatnya di pameran Indonesia Fintech Show 2019 pada 6-8 November 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Di pameran fintech tersebut, Rosebay yang merupakan perusahaan teknologi inkubasi asal Nepal mengenalkan dua produk baru.

Pertama adalah Sigmund, yakni sistem pemasaran bertenaga Automated AI. Dirancang agar bank dan lembaga keuangan lainnya, seperti perusahaan asuransi, perusahaan multi-finance, dan perusahaan fintech menjalankan cross-selling dan up-selling berdasarkan artificial intelligence (AI). Untuk menjalankan marketing campaign, misalnya, perusahaan tidak perlu mempekerjakan data scientist . Sigmund diklaim telah dinominasikan penghargaan Data Gov AI untuk The Most Innovative AI Software for the Financial Industry.

Produk kedua adalah Sistem Deteksi Penipuan(Fraud Detection System) berbasis AI bernama Alathea. Co-founder Rosebay Rohit Kumar mengatakan, kehadiran AI berdampak jelas, yakni membantu perusahaan menurunkan biaya.Sistem tersebut akan membantu perusahaan secara proaktif dalam mendeteksi fraud.

Lewat Alathea, perusahaan perbankan dapatmelihat statistik fraud selama kurun waktu tertentu, misalnya setiap bulan. Dengan begitu, bank bisa lebih mudah dalam mendeteksi fraud. Kedua teknologi tersebut sudah digunakan di India dan Vietnam. Rosebay saat ini juga sedang mengembangkan sistem AI untuk bahasa Indonesia. “Kami sudah berdiskusi dengan ITB karena AI dalam bahasa Indonesia masih belum banyak dilakukan. Ini akan menjadi proyek kami hingga tahun depan,” ujarnya.

Menurut Rohit Kumar, teknologi yangberbasis AI milik Rosebay memiliki sistemverifikasi seperti data kependudukan. Inipenting saat banyak sekali masyarakat yang menggunakan identitas palsu ketika melakukan pinjaman. “Kami juga menggunakan sistem berbasis blockchain agar penipuan dapat dicegah. Sistem kami juga bisa memberikan transparansi, misalnya untuk pemerintahan,” ungkapnya. (Danang Arradian)

(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Starventure Hadir Berikan...
Starventure Hadir Berikan Bantuan untuk Startup dan Pelaku Bisnis Tahap Awal
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Mantan Director Coca...
Mantan Director Coca Cola Budi Isman Jabat Komisaris Startup Teknologi Logistik Kiriminaja
HUB.ID Accelerator Permudah...
HUB.ID Accelerator Permudah Startup Mendapatkan Cuan
Startup Indonesia Borong...
Startup Indonesia Borong 9 Penghargaan di ASEAN Digital Awards 2025!
Ini 5 Startup Indonesia...
Ini 5 Startup Indonesia Paling Banyak Dicari Pekerja di LinkedIn
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
14 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved