Aturan Soal Importir Wajib Tanam Dikritisi DPR

Selasa, 19 November 2019 - 05:02 WIB
Aturan Soal Importir...
Aturan Soal Importir Wajib Tanam Dikritisi DPR
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR, Sudin, mengatakan aturan atau regulasi harus berpihak kepada rakyat. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai aturan atau regulasi jangan sekadar untuk coba-coba.

Hal tersebut dikatakan Sudin menyikapi pertanyaan dari salah seorang anggota Komisi IV DPR dalam rapat kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenai perubahan peraturan menteri terkait impor bawang putih, terutama mengenai kewajiban tanam bagi importir.

"Jangan peraturan perundang-undangan untuk uji coba, harusnya ini sudah dibahas detail mengenai untung ruginya, kalau baik untuk negara dan rakyat ya tidak apa-apa, tetapi jangan kemudian hanya untung pengusaha saja, sementara pemerintah dan rakyat dirugikan," ujar Sudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Ketentuan perubahan aturan bagi importir bisa melakukan tanam setelah impor itu dinilainya sangat mengada-ada. Pasalnya, kata dia, bila aturan itu diberlakukan, lalu siapa yang akan memastikan bahwa importir menjalankan aturan tanam tersebut, sementara proses impor sudah dilakukan.

"Sekarang siapa yang dapat menjamin kalau sudah impor mereka (importir) tanam? Harusnya ditanyakan dulu, dikonsultasikan dulu. Kalau sudah impor, besok saya ganti nama (perusahaan), alamat perusahaan paling Rp20-100 juta, saya tidak punya kewajiban menanam," ujar legislator asal daerah pemilihan Lampung I ini.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan, secara teknis belum melakukan kajian apapun terkait dengan aturan impor mengenai bawang putih.

"Secara teknis tentu saya coba mengkaji apa-apa yang menjadi berbagai masukan dari forum rapat kerja ini. Salah satunya, antara lain beberapa dari DPR yang berharap berbagai Permen (Peraturan Menteri) yang ada. Saya tidak bisa buru-buru karena saya baru 25 hari, dan tentu saja kajiannya harus konferhenship melibatkan berbagai pihak," kata Syahrul dalam kesempatan yang berbeda.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan itu mengingatkan bahwa kebijakan mengenai impor tidaknya suatu komoditi hortikultura bukan sepenuhnya berada di Kementerian Pertanian, melainkan ada juga di sejumlah kementerian lainnya.

"Bukan artinya saya mau melepaskan diri, bukan. Tetapi, tentunya kajiannya harus komprehensif. Bagi saya sepanjang ada kemampuan kita, kenapa kemudian musti impor. Itu sih saat saya mulai menjadi gubernur, karena itu saya berusaha untuk memperkuat apa yang ada dalam negeri, dengan sangat-sangat terbatas memang itu menjadi sesuatu yang tidak bisa tidak, barulah peluang-peluang (impor) itu bisa kita buka," pungkas Syahrul, Politikus Partai NasDem ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komisi V DPR Apresiasi...
Komisi V DPR Apresiasi Capaian Realisasi Anggaran Kemenhub Tahun 2020
Bahas Sejumlah Program...
Bahas Sejumlah Program Prioritas, Rapat DPR dengan Kemhan Digelar Tertutup
DPR Minta Kementan Lakukan...
DPR Minta Kementan Lakukan Penelitian Lanjutan Kalung Anti-Corona
Kritik Adian Napitupulu...
Kritik Adian Napitupulu ke Kementerian BUMN Dinilai Salah Alamat
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
43 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
1 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
2 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved