Harga Minyak Dunia Jatuh Dihantui Momok Perang Dagang dan Perlambatan Permintaan

Selasa, 10 Desember 2019 - 12:06 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Dihantui Momok Perang Dagang dan Perlambatan Permintaan
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan, Selasa (10/12/2019) mengalami kejatuhan dengan dihantui oleh ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China serta potensi perlambatan permintaan. Penyusutan harga minyak terjadi dalam dua sesi beruntun, ketika OPEC menyakini perlunya memperdalam kebijakan pemangkasan produksi di awal 2020, mendatang.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional tercatat mengalami penyusutan sebesar 11 sen yang setara 0,2% di level USD64,14 per barel pada pukul 02.04 GMT. Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate juga jatuh mencapai 7 sen atau 0,1% untuk berada di level USD58,95/barel.

"Euforia (pemotongan produksi) jangka pendek tetap hidup, dengan jatuhnya ekspor yang tak terduga dari China menyoroti dampak dari perang perdagangan," kata ANZ Bank dalam sebuah catatan di hari Selasa.

Data yang dirilis pada hari Minggu, menunjukkan ekspor dari China pada bulan November turun 1,1% dari tahun sebelumnya, ini jauh dari harapan konfounding untuk kenaikan 1% dalam jajak pendapat Reuters. Kelemahan dipengaruhi perang dagang Washington dan Beijing yang telah menggerus pertumbuhan ekonomi global, dimana akan kembali memasuki putaran baru.

Sebelumnya Washington menekankan, bakal melakukan putaran berikutnya dalam perang tarif terhadap produk-produk asal China senilai USD156.00 miliar yang akan dijadwalkan berlaku pada 15 Desember. Presiden AS Donald Trump tidak ingin melaksanakan putaran berikutnya dalam perang tarif seperti disampaikan oleh Menteri Pertanian AS Sonny Perdue sebelumnya.

Akan tetapi menurutnya hal itu akan dilakukan, karena ingin adanya kemajuan dalam negosiasi dagang. "Dengan balutan tarif baru pada tanggal 15 Desember, pasar sedang mengawasi negosiasi dengan cermat," ujar ANZ.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved