Gelar ISE dan Forum Bisnis, KKP Cari Terobosan di Sektor Perikanan

Sabtu, 14 Desember 2019 - 16:01 WIB
Gelar ISE dan Forum...
Gelar ISE dan Forum Bisnis, KKP Cari Terobosan di Sektor Perikanan
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Indonesia Seafood Expo (ISE) dan Marine and Fisheries Business and Investment Forum (MFBFIF) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Kegiatan ini merupakan bagian rangkaian acara puncak peringatan Hari Ikan Nasional ke-6 Tahun 2019.

Pameran ISE diikuti oleh 130 tenant yang berasal dari asosiasi, industri, UKM, mitra Gemarikan, serta dinas provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, digelar pula diskusi antara Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan para pemangku kepentingan kelautan dan perikanan sebagai agenda utama dari MFBFIF.

Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/12/2019), Edhy menegaskan bahwa dialog interaktif bersama para pemangku kepentingan di sektor perikanan adalah untuk bersinergi menghasilkan langkah-langkah strategis dalam membangun perikanan ke depan. Dalam kesempatan ini, beberapa dari 1.500 stakeholder yang hadir menyampaikan masukannya kepada Edhy secara langsung.

Romy Edy Brutu, anggota Himpaudi dari Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara misalnya, meminta arahan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mencari solusi atas wacana pelarangan budidaya ikan di Danau Toba. Padahal, budidaya perikanan selama ini menjadi mata pencaharian masyarakat di wilayahnya.
Saat ini, 95% budidaya ikan di Danau Toba dilakukan oleh masyarakat, sedangkan 5% sisanya dilakukan oleh swasta. Romy mengatakan, di lapangan, selain untuk budidaya perikanan, Danau Toba tengah dikembangkan untuk wisata.
"Jadi, pemerintah kemarin mengimbau supaya Keramba Jaring Apung (KJA) yang digunakan untuk budidaya ikan ini tidak ada lagi karena menggangu pemandangan dan menghasilkan bau yang kurang enak. Tetapi kan kita ingin budidaya ini tetap dilakukan," tuturnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Edhy menuturkan bahwa saat ini KKP tengah mengkaji alternatif budidaya ikan di darat sebagai solusi terkait pencemaran air di Danau Toba. Ia menekankan bahwa pemerintah akan mencari alternatif agar tak menganggu sumber pendapatan masyarakat setempat. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun turut digandeng dalam proses ini.

"Kami sedang kaji untuk budidaya di darat. Nanti kita tarik airnya. Ini sedang kami kaji akses dan keperluan lainnya bagaimana. Data belum sepenuhnya lengkap tapi mungkin saya lihat bisa di lereng. Kami siap untuk bangun kolam budidaya di darat. Menteri PUPR juga siap mendukung," ungkapnya.

Selanjutnya, Usup Supriatna, pelaku usaha rumput laut dari Koperasi Mina Agar Makmur, Karawang, Jawa Barat menyampaikan bahwa upaya ekspor tepung agar-agar Indonesia sebagai hasil olahan rumput laut bernilai tambah masih belum optimal. Padahal, Indonesia merupakan penghasil rumput laut terbesar di dunia saat ini.

"Produk yang kita ekspor dari tepung agar-agar itu kurang lebih 1.000 ton. Sedangkan yang saya dengar, China bisa mengekspor sekitar 5.000 ton. Hal ini menjadi pertanyaan bagi kita. Apalagi, ini akan berdampak pada UKM pembudidaya dari sektor harga saing dan sebagainya," tuturnya.

Usup juga meminta agar perizinan ekspor produk perikanan seperti Health Certificate (HC) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) disederhanakan. Ia berharap agar KKP dapat meningkatkan daya saing produk ekspor hasil perikanan Indonesia dengan menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.

Menanggapi hal itu, Edhy menyatakan bahwa KKP tengah mencari jalan keluar terkait perizinan. Solusi ini, menurutnya, akan diputuskan dalam waktu dekat. Terkait daya saing produk hasil olahan rumput laut Indonesia di pasar, ia juga telah meminta Direktorat Jenderal PDSPKP untuk segera mencari solusi teknis untuk meningkatkannya, baik di pasar domestik maupun ekspor.

"Masalah aturan sedang kita rumuskan jalan keluar. Terkait perizinan sedang kita cari jalan keluar. Kami selalu terbuka pada masukan dari bapak/ibu sekalian. Membangun komunikasi dua arah menjadi prioritas saat ini. Kami bukanlah musuh, tapi mitra bapak/ibu semua," tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Rupiah Pagi Ini Ambruk...
Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?
11 menit yang lalu
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
30 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000 per Gram, Simak Rinciannya
1 jam yang lalu
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
2 jam yang lalu
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
2 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved