Presiden Direktur PT Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks) Adi Kusma

Perluas Jaringan hingga ke Kota Ketiga

loading...
Perluas Jaringan hingga ke Kota Ketiga
Perluas Jaringan hingga ke Kota Ketiga
Tingkat pengguna internet di Indonesia terus tumbuh setiap tahunnya. Di sisi lain persaingan di bisnis provider juga semakin ketat. Untuk itu dibutuhkan sejumlah terobosan agar mampu bersaing dengan perusahaan penyedia jasa internet lainnya di Tanah Air.

Sebagai perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia yang menyediakan layanan internet, data center, cloud computing, dan IPTV, Biznet Networks masih akan tetap fokus mengembangkan jaringan melalui skema business to business atau B to B.Meski demikian ke depan Biznet juga akan melebarkan pangsa pasarnya hingga ke kota-kota kecil atau kota ketiga di Indonesia. Hal ini terutama untuk mendukung segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar bisa memasarkan produknya melalui e-commerce.

Biznet Networks juga berkomitmen untuk membangun infrastruktur modern dengan tujuan mengurangi kesenjangan digital Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Biznet memiliki dan mengoperasikan jaringan fiber optic tercanggih dan data center terbesar di Indonesia. Lalu bagaimana potensi bisnis ini di masa yangakan datang? Berikut ini petikan wawancara Presiden Direktur PT Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks) Adi Kusma bersama KORAN SINDO di Jakarta belum lama ini.Bisa diceritakan bagaimana perkembangan kondisi bisnis internet services provider secara umum di Indonesia?
Kalau kita bandingkan internet di Indonesia, ketinggalannya mungkin sekarang hanya tinggal lima tahun bila dibandingkan dengan negara maju. Tapi bisa dibilang internet sudah menjadi kebutuhan hidup yang sangat besar. Kita juga bisa melihat jumlah smartphone saat ini besar sekali untuk di Indonesia.Penggunannya bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak, bahkan balita.

Misalnya balita, kalau nggak sekalian nonton video di YouTube nggak mau makan. Jadi pasti bapak atau ibunya langsung cari internet.Begitu pula untuk anak-anak, disuruh ke rumah kakeknya pengen cepat pulang karena nggak ada WiFi.Jadi memang kebutuhan ini sangat besar. Kita bisa lihat jumlah populasi smartphone juga sudah melebihi jumlah penduduk. Karena penyebaran teknologi kita itu sudah merata. Jadi kebutuhannya sangat tinggi dan makin kritikal. Kita bisa lihat, internet itu sama halnya seperti kita membutuhkan air dan listrik, inisudah menjadi utilitas. Jika dulu tahun 2000-an internet mati sehari atau dua hari masih dimaklumi, tapi untuk sekarang jika internet mati dua menit saja sudah banyak yang complain.



Apakah hal ini turut dipengaruhi oleh perkembangan media sosial yang juga sangat besar?
Jadi hal-hal seperti ini, dengan adanya mediasosial dan lain-lain dari segi personal sudah sangat penting. Apalagi kalau berbicaran perusahaan. Media saja sekarang semua sudah online. Semua mau punya data center. Jadi hal ini mendukung kemajuan internet di Indonesia. Kebutuhan komersial dan personal itu sudah semakin tinggi. Internet mati di kantor, oh nggak bisa kerja nih, padahal hanya digunakan nonton video di kantor dan main game.

Artinya pasarnya juga lebih terlihat dengan semakin banyaknya pengguna ponsel dan gawai?
Bukan gadget (gawai) kalau menurut saya, namun kebiasaan ya, habit-nya berubah. Saya selalu melihat future bisnis itu ada di anak-anak karena mereka yang dominan lah ya di awal-awal dan nanti anak-anak ini tumbuh menjadi remaja hingga dewasa. Saat ini di sekolah, PR (pekerjaan rumah) saja sudah bisa dikerjakan secara online, belajar juga bisa dilakukan lewat online. Ada yang gratis dan ada juga yang berbayar.

Lalu bagaimana posisi Biznet bila dibandingkan perusahaan lain di industri ini?
Kalau kita melihat Biznet posisi hari ini sudah mempunyai beberapa kantor perwakilan. Jadi bukan hanya ada di Jakarta. Kita ada di Bali, mulai dari Kuta bahkan hingga ke Singaraja. Biznet juga sudah ada di Pontianak. Sebentar lagi kita buka di Manado, Sumatera, dan empat kota. Di Batam itu sudah satu pulau. Kalau saya melihat semua itu punya market masing-masing, jadi yang diuntungkan sebetulnya pelanggan. Karena pelanggan jadi punya pilihan. Kalau kita nggak punya pilihan ya susah. Yang nggak punya pilihan itu hanya listrik. Kalau air itu masih punya pilihan. Pakai PAM, bisa bordan air hujan, jadi masih ada pilihan.



Saya kira untuk industri seluler juga sangat terbuka. Indonesia menurut saya masih menganut open market . Jadi yang diuntungkan sebenarnya pelanggan, yang dicari pelanggan adalah value performance. Bukan berarti harus paling mahal, bukan berarti juga harus paling murah. Internet saat ini yang penting hidup. Itu penting. Saya melihat, dulu satu hari bisa diterima. Sekarang dua menit tidak bisa diterima.
halaman ke-1 dari 3
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top