KNKT Minta Kemendag Standardisasi Mesin Pompa Ban

Jum'at, 17 Januari 2020 - 17:57 WIB
KNKT Minta Kemendag...
KNKT Minta Kemendag Standardisasi Mesin Pompa Ban
A A A
JAKARTA - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Soerjanto Tjahjono meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menciptakan standardisasi mesin pompa angin kendaraan. Permintaan tersebut merupakan rekomendasi pada sejumlah kasus kecelakaan akibat kurangnya perkerasan pada ban kendaraan atau tidak sesuai standar.

"Banyak yang tidak mengetahui bahwa kalau perkerasan kebandaraan itu kurang sesuai maka rentan terhadap kecelakaan. Sedangkan masih ada perbedaan pengukuran perkerasan pada produk mesin pompa ban yang beredar di dalam negeri," ujarnya dalam diskusi mengenai penanganan kecelakaan transportasi pada instansi/kementerian yang di gelar PWI di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Menurut Soerjanto pada kasus-kasus kecelakaan akibat permasalahan ban, penting untuk selalu menjaga tekanan ban mobil maupun ban motor. "Permasalahan kemudian ada perbedaan tekanan yang dihasilkan pada produk mesin pompa ban. Untuk produk yang satu misalnya perkerasan di angka 30. Tapi di mesin pompa yang lain bukan di angka 30 jadi kalibrasinya beda-beda. Karenanya kami meminta supaya ada standardisasi pada produk ini," ungkapnya.

Selain persoalan tekanan perkerasan ban kendaraan, penyebab kejadian kecelakaan juga banyak terjadi pada produk yang lain. Misalnya pada produk-produk kendaraan motor matic yang banyak menelan korban di jalan turunan. "Ini yang mau kita teliti lagi dengan produk-produk motor matic. Nanti akan kami panggil dan akan kami teliti lebih dalam lagi," ujarnya.

Sementara, pada kasus yang lain Soerjanto menambahkan, kejadian kecelakaan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan juga memerlukan perhatian, sebab kasus kecelakaan paling besar di jalan tol, salah satunya ada pada ruas jalan tol Cikopo-Palimanan.

"Kalau untuk Cikopo-Palimanan kita terus berdiskusi dengan operator jalan tolnya. Setiap bulan rata-rata ada 36 kecelakaan tabrak belakang. Dan ini terus kita cari solusinya bersama pihak operator," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Lalulintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah-langkah rekomendasi yang dilakukan KNKT terkait upaya pencegahan.

"Kami terus mendukung upaya-upaya rekomendasi uang dikeluarkan oleh KNKT. Sebab, itu akan menjadi masukan dan menciptakan standardisasi tidak hanya pada produk kendaraan dan penunjangnya tapi juga pada sarana dan prasarana termasuk di jalan tol," ucapnya.

Dengan rekomendasi yang dikeluarkan KNKT dan dijalankan semua pihak diharapkan mampu mengurangi kejadian kecelakaan tidak hanya di jalan raya namun juga pada semua sektor angkutan transportasi.

"Makanya akan selalu penting untuk memperhatikan rekomendasi yanh dikeluarkan KNKT sebagai hasil dari penyelidikan penyebab kecelakaan," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angka Kecelakaan Bus...
Angka Kecelakaan Bus dan Truk Tinggi, Hino dan KNKT Tekankan Pelatihan
KNKT Sebut Visi Misi...
KNKT Sebut Visi Misi Transjakarta Belum Mencerminkan Aspek Keselamatan
Bantu Kurangi Angka...
Bantu Kurangi Angka Kecelakaan, Hino Libatkan KNKT
Banyak Masalah di Transjakarta,...
Banyak Masalah di Transjakarta, Dirut Salahkan Operator Swasta dan Ogah Libatkan KNKT
KNKT Bongkar Rahasia...
KNKT Bongkar Rahasia Kelam Tol Cipularang, Apa Saja Bahayanya?
Kok Bisa Pilot dan Kopilot...
Kok Bisa Pilot dan Kopilot Batik Air A320 Tertidur Selama 28 Menit di Udara
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved