Produsen Elektronik RI Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Uzbekistan
Minggu, 19 Mei 2024 - 13:25 WIB
loading...
Kemenperin mendorong pelaku industri elektronika dan telematika Tanah Air memperluas pasar ke wilayah Asia Tengah. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi keikutsertaan pelaku industri nasional pada pameran Power Uzbekistan 2024. Hal itu untuk membuka peluang bagi para pelaku industri dalam negeri untuk memperluas pasar ekspornya, terutama ke negara-negara nontradisonal.
"Power Uzbekistan 2024 merupakan acara tahunan terbesar bagi para profesional di industri energi. Tahun ini, pameran dihadiri sekitar 400 pelaku usaha dari 34 negara, dengan target lebih dari 15.000 pengunjung," ungkap Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Kemenperin Priyadi Arie Nugroho dalam keterangannya, Minggu (19/5/2024).
Baca Juga: Ekspor RI Anjlok 12,97% di April 2024, Ini Sebabnya
Kemenperin memandang penting bahwa pameran Power Uzbekistan 2024 sebagai kesempatan besar untuk memperluas akses pasar produk elektronika dan telematika Indonesia ke wilayah Asia Tengah. Diketahui, Uzbekistan tengah menyiapkan diri menjadi hub di kawasan tersebut.
"Salah satu langkah yang sedang diusung Kemenperin adalah mendorong diversifikasi produk ekspor nonkomoditas, khususnya produk manufaktur berteknologi tinggi, guna meningkatkan ekspor barang dan jasa dari sektor industri manufaktur," ujar Priyadi.
"Power Uzbekistan 2024 merupakan acara tahunan terbesar bagi para profesional di industri energi. Tahun ini, pameran dihadiri sekitar 400 pelaku usaha dari 34 negara, dengan target lebih dari 15.000 pengunjung," ungkap Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Kemenperin Priyadi Arie Nugroho dalam keterangannya, Minggu (19/5/2024).
Baca Juga: Ekspor RI Anjlok 12,97% di April 2024, Ini Sebabnya
Kemenperin memandang penting bahwa pameran Power Uzbekistan 2024 sebagai kesempatan besar untuk memperluas akses pasar produk elektronika dan telematika Indonesia ke wilayah Asia Tengah. Diketahui, Uzbekistan tengah menyiapkan diri menjadi hub di kawasan tersebut.
"Salah satu langkah yang sedang diusung Kemenperin adalah mendorong diversifikasi produk ekspor nonkomoditas, khususnya produk manufaktur berteknologi tinggi, guna meningkatkan ekspor barang dan jasa dari sektor industri manufaktur," ujar Priyadi.
Lihat Juga :