Capex BUMN Rp2.400 Triliun, Menteri Erick Petakan BUMN Bisnis dan Sosial

Senin, 20 Januari 2020 - 11:09 WIB
Capex BUMN Rp2.400 Triliun,...
Capex BUMN Rp2.400 Triliun, Menteri Erick Petakan BUMN Bisnis dan Sosial
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan Kementerian BUMN dapat membuat kebijakan yang berdampak besar bagi masyarakat. Hal ini mengingat BUMN harus mengelola belanja modal mencapai sekitar Rp2.400 triliun atau lebih besar dari APBN yang senilai Rp2.200 triliun.

"Bayangkan saja, BUMN sendiri kalau dilihat APBN itu kurang lebih Rp2.200 triliun, sedangkan untuk BUMN total capex Rp2.400 triliun. Jadi, jauh lebih besar dari APBN. Makanya, BUMN penting sekali, kami menarik sebuah blue print yang bisa sampai 2024," ujar Erick di Jakarta.

Lebih lanjut Ia menerangkan, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta jiwa, penting sekali BUMN memiliki platform yang memproteksi atau menjaga keberlanjutan dalam hal food security, health security, dan energy security. Menurutnya dengan belanja modal yang besar, BUMN mempunyai tantangan tersendiri.

Salah satunya adalah harus menjalankan prioritas dalam menyeimbangkan antara bisnis dalam mencari keuntungan dan tanggungjawab sosial kepada masyarakat. Misalnya, kata Erick, PT BRI (Persero) Tbk dalam berkontribusi pada pembiayaan mikro, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang berfokus pada pembiyaan korporasi.

Selain itu, PLN dan Pertamina yang berkontribusi dalam penyediaan energi. Serta perusahaan pelat merah konstruksi yang berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur. “BUMN harus berani. Kalo perusahaan yang setengah-setengah, engga jelas mending di merger,” jelasnya.

Erick mengaku, kewajiban BUMN dalam mengemban tugas melayani masyarakat membutuhkan dana yang besar. Sehingga pemerintah menyediakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menopang keuangan BUMN.

Namun Ia menegaskan, tugas negara yang diemban oleh perusahaan plat merah tidak boleh dijadikan sebagai tameng dalam ketergantungan kepada dana PMN. "Kita akan mengeluarkan maping, mana BUMN yang full menjadi lebih fokus ke bisnis," paparnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan Disabi­litas...
Berikan Kesempatan Disabi­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
5 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
6 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
7 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
7 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
9 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved