Menkeu Sri Mulyani Siap Danai Prabowo Belanja Alutista

Jum'at, 24 Januari 2020 - 11:49 WIB
Menkeu Sri Mulyani Siap...
Menkeu Sri Mulyani Siap Danai Prabowo Belanja Alutista
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kekuatan Pokok Minimum atau lebih Minimum Essential Force (MEF) yang merupakan proses untuk modernisasi alat utama sistem pertahanan (alusista) Indonesia masih perlu ditingkatkan proses pengadaannya. Lantaran itu Ia mengaku, siap menyediakan anggaran terkait dengan belanja alat utama sistem pertahanan (alusista)

Dukungan proses pengadaan alusista Indonesia melalui proses Kekuatan Pokok Minimum atau lebih Minimum Essential Force (MEF). “Pengadaan alutsista itu membutuhkan suatu proses yang panjang. Dimana saya menganggap Kementerian Pertahanan dan Panglima perlu untuk duduk bersama, bagaimana mengefisienkan dan menciptakan kepastian," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sambung dia menerangkan, pihaknya sudah menyediakan anggaran untuk alusista di Kementerian Pertahanan yang mana dipimpin oleh Prabowo Subianto. "Karena kalau tidak, waktu kami sudah mulai menyusun APBN untuk mendukung pengadaan alutsista maka kemudian proses yang panjang menimbulkan banyak sekali konsekuensi terhadap kecepatan maupun ketepatan dari pilihan alutsista tersebut,” katanya.

Pengadaan alutsista yang relevan, menurutnya penting karena semakin besar perkembangan Indonesia, semakin banyak yang memiliki interest terhadap republik ini. Hal itu menimbulkan konsekuensi pertahanan keamanan (hankam) yang besar juga untuk kelangsungan kedaulatan.

“Itu adalah sesuatu yang kemudian berkonsekuensi mengenai bagaimana kita mendesain pertahanan keamanan Indonesia, karena makin besar perkembangan Indonesia, makin banyak yang memiliki interest terhadap Republik ini,” paparnya.

Hal ini didasari oleh fakta bahwa Indonesia adalah negara besar dengan penduduk terbesar keempat di dunia, negara emerging yang masuk dalam G-20 dengan ukuran ekonomi sudah masuk 16 atau 15 terbesar di dunia dan pertumbuhan Indonesia di atas 5%, sementara negara lain hanya tumbuh 2%-3%. "Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia bahkan bisa menjadi 5 besar," jelasnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN 2026 Jadi Ujian...
APBN 2026 Jadi Ujian Konsistensi Membangun Industri Pertahanan dalam Negeri
Belanja Alutsista Bekas...
Belanja Alutsista Bekas Kemenhan Tambah Utang Rp385 Triliun
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
Defisit APBN Maret 2020...
Defisit APBN Maret 2020 Tercatat Capai Rp76,4 Triliun
Galangan Kapal Swasta...
Galangan Kapal Swasta Terdepan Dorong Kemandirian Alutsista
Berita Terkini
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 menit yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved