Menteri ESDM: Pertamina Tak Perlu Beli Hak Partisipasi Blok Rokan

Minggu, 26 Januari 2020 - 20:01 WIB
Menteri ESDM: Pertamina...
Menteri ESDM: Pertamina Tak Perlu Beli Hak Partisipasi Blok Rokan
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong proses transisi Blok Rokan dapat berjalan mulus supaya PT Pertamina (Persero) segera berinvestasi sebelum alih kelola secara resmi pada 2021 mendatang. Masuknya investasi perseroan penting dilakukan untuk menekan laju produksi.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa masuk," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, di Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Menurut dia dalam proses negosiasi business to business Pertamina seharusnya tidak perlu membeli hak partisipasi dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Blok Rokan. Pihaknya berharap Pertamina dapat memulai pengeboran di Blok Rokan pada bulan ini. "Pertamina seharusnya bisa masuk dulu. Siapa yang harus beli," tandas Arifin.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Tajudin Noor sebelumnya mengatakan bahwa salah satu cara supaya Pertamina dapat masuk investasi di Blok Rokan sebelum alih keloa yakni membeli hak partisipasi (participating interest/PI). Pasalnya secara aturan memang Pertamina kesulitan untuk melakukan investasi sebelum resmi alih kelola pada 8 Agustus 2021 mendatang. "Kami masuk mengambil PI supaya kami jadi bagian dari korporasi. Ini masih dalam pembicaraan," kata dia.

Dia berharap negosiasi business to business antara Pertamina dengan Chevron dapat segera menemukan tirik terang sehingga perseroan dapat segera melakukan pengeboran di Blok Rokan. Pihaknya mengatakan bahwa investasi diperlukan untuk menjaga tingkat produksi. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini proses negosiasi bisa segera selesai. Kami ingin drive untuk pengeboran untuk menjaga tingkat produksi," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jaffee Suardin mengatakan bahwa SKK Migas terus mengupayakan supaya proses transisi Blok Rokan dapat berjalan mulus. Proses negosiasi business to business antara Pertamin dengan Chevron diharapkan selesai pada Januari 2020.

"Kita berharap business to business dapat segera selesai. Kami membantu menyiapkan programnya. Jadi ketika business to business selesai, kami bisa langsung memulai," kata dia.

SKK Migas saat ini sedang menyiapkan sejumlah program investasi yang akan dikerjakan Pertamina pada masa transisi termasuk rencana pengeboran 72 sumur secara bertahap. Kegiatan pengeboran tersebut penting dilakukan untuk menekan terjadinya penurunan produksi.

Sebab itu perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa proses negosiasi dapat segera menemukan titik temu. Pasalnya Pertamina harus menyiapkan pengadaan berbagai macam peralatan untuk melakukan kegiatan pengeboran. "Jadi semakin cepat maka semakin tinggi jumlah sumurnya," kata dia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman optimistis proses transisi dapat berjalan sesuai rencana sehingga Pertamina dapat segera merealisasikan investasi di masa peralihan. Bahkan pihaknya mengaku telah menyiapkan investasi untuk melaksanakan sejumlah program di Blok Rokan termasuk rencana pengeboran sumur. "Untuk hal tersebut, investasi telah kami siapkan," ungkap Fajriyah.

Untuk tahun ini, Pertamina merencanakan akan melakukan kegiatan 20 pengeboran sumur. Menurutnya rencana jumlah pengeboran sumur tersebut masih merupakan asumsi awal untuk menekan laju penurunan produksi alamiah. Sementara total jumlah sumur pengembangan masih dalam kajian teknis Pertamina. "Sebagai asumsi awal itu untuk menahan deras laju penurunan alamiah," kata dia.

Berdasarkan laporan SKK Migas target produksi Blok Rokan pada 2020 ditetapkan sebesar 161 ribu barel per hari (bph) atau turun dibandingkan target 2019 sebesar 190 ribu bph.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai memang perlu adanya intervensi dari pemerintah supaya Pertamina segera melakukan investasi di Blok Rokan. Menurutnya perlu komunikasi secara intensif supaya masa transisi berjalan mulus. "Pemerintah memang perlu intervensi akan tetapi bagaimanapun masalah ini merupakan masalah bisnis sehingga penyelesaiannya dilakukan secara business to business," kata dia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Strategi Bisnis,...
Perkuat Strategi Bisnis, Pertamina Siapkan Alih Kelola Blok Rokan
Menahan Penurunan Produksi...
Menahan Penurunan Produksi Blok Rokan, 44 Sumur Baru Akan Dibor 2021
Guyur Investasi Rp28,6...
Guyur Investasi Rp28,6 Triliun Demi Kerek Kinerja Blok Rokan
Ambil Alih Blok Rokan...
Ambil Alih Blok Rokan dari Chevron, Dirut Pertamina Singgung Transisi Energi
PT Pertamina Hulu Rokan...
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Kembangkan Usaha Lokal
Blok Rokan Kembali ke...
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Presiden Nilai Pertamina Mampu Kelolanya
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved