Wabah Korona, CORE Indonesia Minta Pemerintah Antisipasi Perdagangan hingga Hoax

Selasa, 28 Januari 2020 - 14:33 WIB
Wabah Korona, CORE Indonesia...
Wabah Korona, CORE Indonesia Minta Pemerintah Antisipasi Perdagangan hingga Hoax
A A A
JAKARTA - Pasar saham global jatuh akibat sentimen negatif dari penyebaran virus corona yang bermula di Wuhan, China. Pasar saham Shanghai meski masih libur Imlek, diprediksi semakin terguncang akibat penarik dana dari pasar Hang Seng oleh investor global. Investor pun disinyalir akan menarik dananya dari negara-negara yang terkena dampak besar dari virus corona.

Tidak ingin berdampak besar ke tanah air, ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, meminta pemerintah harus melakukan penanganan segera.

"Dampaknya (virus corona) ke ekonomi global memang ada. Karena China merupakan mitra dagang utama banyak negara di dunia. Dengan adanya virus corona, tentu aktivitas perdagangan internasional dari dan menuju ke China untuk sementara dihentikan," terang Yusuf kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Yusuf menyampaikan bahwa penghentian ini akan berdampak pada aktivitas ekspor-impor global.

"Virus corona juga menyebar ke Hong Kong, yang merupakan salah satu pusat aktivitas industri keuangan di Asia, yang akhirnya berdampak terhadap sentimen negatif di pasar saham," terangnya.

Adapun untuk konteks Indonesia, lanjut ia, pemerintah perlu meningkatkan pengawasan tidak hanyak di bandara namun juga ke pelabuhan-pelabuhan internasional di Indonesia yang melakukan kegiatan ekspor dan impor.

"Hal berikutnya ialah menyisir ulang proyek-proyek investasi dari China terutama jenis investasi yang membawa tenaga kerja dari China, sebaiknya ditunda dulu sampai dengan penanganan virus ini sudah lebih jelas," ungkap Yusuf.

Hal terakhir yang tidak kalah penting, sambung ia, selain antisipasi pencegahan penyebaran, pemerintah perlu mewaspadai hoax yang bisa muncul dari adanya virus ini.

"Hoax yang muncul di tengah-tengah masyarakat tentunya bisa mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk di dalamnya aktivitas ekonomi. Oleh karena itu pemerintah harus cepat bergerak," tutupnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Nyatakan Terbuka...
China Nyatakan Terbuka untuk Kerjasama Internasional Temukan Asal Covid-19
Kerjasama Indonesia-China...
Kerjasama Indonesia-China Berkembang Banyak Bidang
Waspada, Ketegangan...
Waspada, Ketegangan China Taiwan Bisa Berdampak Pada Kinerja Perdagangan Indonesia
Inggris-Indonesia Kerjasama...
Inggris-Indonesia Kerjasama Pastikan Ketersediaan Vaksin Covid-19
China Batalkan Kegiatan...
China Batalkan Kegiatan Olahraga Internasional hingga Akhir Tahun?
Menara Petronas Nyalakan...
Menara Petronas Nyalakan Lampu Biru Hormati Tenaga Medis Corona
Berita Terkini
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
22 menit yang lalu
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
54 menit yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
1 jam yang lalu
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
2 jam yang lalu
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
10 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
10 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved