Pelaku Pasar Menanti Langkah Penanganan Wabah Virus Corona

Rabu, 29 Januari 2020 - 05:23 WIB
Pelaku Pasar Menanti...
Pelaku Pasar Menanti Langkah Penanganan Wabah Virus Corona
A A A
JAKARTA - Dampak wabah virus Corona ke pasar modal Indonesia membuat pelaku pasar bingung merespons. Kondisi panik menghasilkan aksi jual dan menunggu kondisi yang kondusif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/1) ditutup melemah 0,36% ke level 6.111,18. Secara year to date (ytd) IHSG sudah turun hingga 2,99% dari level 6.299,54 pada penutupan 2019. Kinerja bursa Asia lain turun cukup dalam. Ada kekhawatiran terkait virus Corona yang saat ini penyebarannya semakin masif.

Wabah virus Corona ini diyakini berdampak ke perekonomian China dan diprediksi ekonomi China bakal menurun pada kuartal pertama tahun ini. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo masih belum mengetahui seberapa besar dampak virus Corona terhadap pasar modal Indonesia.

Pihaknya juga belum memiliki solusi menghadapi sentimen negatif dari pasar global tersebut. Perdagangan hari ini mencatatkan transaksi bersih asing -Rp465,53 miliar, dengan volume jual asing Rp1,95 triliun dan volume beli asing Rp1,49 triliun. "IHSG sepertinya akan ikut sentimen global. Mau menahan pakai apa?," ujar Laksono di Jakarta.

Head of Equity Research PT BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin juga mengakui pihaknya masih belum dapat membaca dampak wabah virus Corona ke pasar modal Indonesia. "Iya semua juga bingung termasuk analis. Saya belum bisa menjawab," ujar Kim.

Menurutnya pasar akan menanti langkah penanganan virus tersebut. Jadi semua akan tergantung dari seberapa cepat penyebaran virusnya akan mereda. "Kalau saya prediksi penanganannya tidak akan selama seperti kasus wabah SARS yang lalu," ungkapnya.

Kondisi pasar saat ini membingungkan juga karena investor yang masih dalam masa panik. Investor yang panik biasanya akan mencari jalan aman dengan menjual saham dan mengalihkan ke instrumen investasi lain seperti emas. "Karena secara global market masih dalam tahap panik. Kalau panik investor kecenderungannya jual dulu," papar Kim.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ridwan Kamil Sebut Modal...
Ridwan Kamil Sebut Modal Sosial Kunci Menangi Perang Lawan Corona
Virus Corona Bikin Pasar...
Virus Corona Bikin Pasar Smartphone Global Nyungsep
Spiderman dan Gatotkaca...
Spiderman dan Gatotkaca Sosialisasi Pencegahan Corona di Pasar Tradisional Riau
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Pasar Notebook Dunia...
Pasar Notebook Dunia Tak Terpengaruh Wabah Virus Corona
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
1 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
2 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
11 jam yang lalu
Infografis
Tips Aman Naik Motor...
Tips Aman Naik Motor agar Terhindar dari Virus Corona
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved