Laju Pelemahan Rupiah Diprediksi Tertahan
Rabu, 29 Januari 2020 - 08:30 WIB
Laju Pelemahan Rupiah Diprediksi Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini diprediksi masih melemah. Sentimen negatif mata uang garuda ini didorong kekhawatiran investor memilih aset safe haven.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, memproyeksikan rupiah hari ini akan melanjutkan pelemahan. Sebagai catatan, rupiah pada perdagangan kemarin Selasa (28/1) ditutup di level Rp13.644 per dolar AS atau melemah 0,21%.
Kendati demikian, laju pelemahan rupiah terhadap dolar AS kemungkinan tertahan atau tidak sekencang kemarin karena aset-aset berisiko di emerging markets mulai menguat pagi ini seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona.
"Perhatian pasar beralih ke keputusan kebijakan moneter Bank Sentral AS yang akan dirilis dini hari nanti pukul 02.00 WIB," ujar Arison di Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Dia melanjutkan, tertahannya pelemahan rupiah juga dipengaruhi ekspektasi pasar bahwa the Fed masih akan menerapkan kebijakan moneter yang longgar dimana kebijakan longgar ini bisa mendorong pelemahan dolar AS. "Rupiah hari ini berpotensi di kisaran 13.600-13.650 per dolar AS," ungkapnya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, memproyeksikan rupiah hari ini akan melanjutkan pelemahan. Sebagai catatan, rupiah pada perdagangan kemarin Selasa (28/1) ditutup di level Rp13.644 per dolar AS atau melemah 0,21%.
Kendati demikian, laju pelemahan rupiah terhadap dolar AS kemungkinan tertahan atau tidak sekencang kemarin karena aset-aset berisiko di emerging markets mulai menguat pagi ini seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona.
"Perhatian pasar beralih ke keputusan kebijakan moneter Bank Sentral AS yang akan dirilis dini hari nanti pukul 02.00 WIB," ujar Arison di Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Dia melanjutkan, tertahannya pelemahan rupiah juga dipengaruhi ekspektasi pasar bahwa the Fed masih akan menerapkan kebijakan moneter yang longgar dimana kebijakan longgar ini bisa mendorong pelemahan dolar AS. "Rupiah hari ini berpotensi di kisaran 13.600-13.650 per dolar AS," ungkapnya.
(ind)
Lihat Juga :