Tergelincir Saat Penutupan, Rupiah Masih Bertengger di Kisaran Rp13.650/USD

Jum'at, 31 Januari 2020 - 17:42 WIB
Tergelincir Saat Penutupan,...
Tergelincir Saat Penutupan, Rupiah Masih Bertengger di Kisaran Rp13.650/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (31/1/2020) tergelincir untuk menutup pekan ini dengan masih berada tren penguatan di kisaran level Rp13.650/USD. Laju kurs rupiah yang cenderung mendatar, mengiringi Yuan China bergerak stabil ketika dolar Australia dan Selandia Baru melemah.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah tergelincir ke posisi Rp13.650 per USD atau sedikit lebih rendah dari sebelumnya Rp13.640/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp13.645 hingga Rp13.655/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah menyusut pada posisi Rp13.655/USD atau mengalami tekanan meskipun tidak terlalu besar. Kurs rupiah cenderung bergerak stabil di tengah faktor eksternal yakni masih seputar wabah virus corona yang menjadi perhatian utama investor.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di Rp13.662/USD untuk sesaat menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah jatuh usai sebelumnya bertengger pada posisi Rp13.652/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange naik tipis di level Rp13.655/USD dibandingkan sesi penutupan Kamis, kemarin Rp13.656/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara level Rp13.645 sampai dengan Rp13.655/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, setelah WHO mengatakan wabah coronavirus sebagai darurat global sedikit banyak berdampak terhadap pergerakan pasar mata uang. Yen dan Swiss Franc melemah sedikit, menunjukkan suasana hati yang sedikit lebih baik di kalangan investor pada hari Jumat.

Yuan China pada perdagangan offshore naik sedikit pada posisi 6,9801, ketika sebelumnya sempat terpuruk ke 7,0038. Dolar Australia dan Selandia Baru, sebagai dua mata uang yang sangat sensitif terhadap sentimen dari China, jatuh ke posisi terendah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
5 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
5 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
6 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved