Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Harus Siapkan Exit Strategy Perekonomian

Selasa, 04 Februari 2020 - 15:40 WIB
Antisipasi Dampak Corona,...
Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Harus Siapkan Exit Strategy Perekonomian
A A A
JAKARTA - Wabah virus Corona (2019-nCov) asal Wuhan, China tidak hanya akan menekan pertumbuhan ekonomi dunia karena ekonomi China yang sistemik dan berdampak global. Namun, diprediksi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah pun perlu menyiapkan strategi dalam menghadapi ini.

"Penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui dua transmisi. Pertama, ekspor Indonesia ke China akan menurun. Kedua, nilai investasi China ke Indonesia juga akan berkurang. Dari sisi melemahnya ekspor, Indonesia akan mengalami defisit neraca perdagangan yang lebih dalam," kata Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Marwan Cik menuturkan nilai ekspor Indonesia ke China mencapai USD4,7 miliar, atau setara Rp65,8 triliun dengan kurs Rp14.000 per USD.

Dengan besaran itu, tentu saja pelambatan ekonomi di China akan berdampak pada ekonomi Indonesia, khususnya pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,3%. Sementara, kata dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani tak pernah mencapai target ekonomi dalam 5 tahun pertama periode Presiden Jokowi.

"Berdasarkan laporan Bank Dunia, besaran pertumbuhan PDB Indonesia akan terpangkas 0,3% jika pertumbuhan ekonomi China turun 1%. Artinya jika perekonomian China turun menjadi di bawah 6% maka diperkirakan perekonomian Indonesia bisa lebih rendah dari 5% pada tahun ini," urainya.

Dengan asumsi tersebut, Marwan melihat bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lagi-lagi tidak mencapai target. Maka itu, pemerintah diharapkan dapat menyiapkan exit strategy untuk mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi China akibat wabah corona terhadap perekonomian Indonesia.

Sementara itu dari sisi investasi, realisasi investasi China menempati urutan kedua terbesar setelah Singapura.

"Jadi pemerintah perlu menerapkan kebijakan kontra-siklus dengan mempertahankan daya beli dan konsumsi masyarakat sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi. Jika dipandang perlu, pemerintah dapat mengajukan perubahan asumsi makro dan postur APBN Perubahan kepada DPR secepatnya, karena target asumsi makro yang diperkirakan sudah tidak realistis," ujar Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR ini.

Marwan menambahkan, Indonesia punya pengalaman mengatasi krisis saat perlambatan ekonomi global tahun 2008. Pada periode itu, pemerintahan SBY melakukan percepatan pembahasan APBN Perubahaan pada awal tahun, melalui serangkaian program dan kebijakan mitigasi dampak negatif tren pelemahan dunia usaha dan daya beli masyarakat.

Sehingga perekonomian Indonesia tahun 2008 masih tumbuh 6% dan tahun 2009 dapat tumbuh 4,6%, yang merupakan pertumbuhan ketiga tertinggi di dunia pada saat itu.

"Kita menginginkan pemerintah sekarang ini dapat meniru cara SBY," pungkas politikus senior Partai Demokrat ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
New Normal, Puan: Kesehatan...
New Normal, Puan: Kesehatan dan Ekonomi Harus Diperkuat Bersamaan
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Gelar Diskusi Virtual,...
Gelar Diskusi Virtual, Puan Ajak Parlemen Internasional Lawan Corona
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Minta Kemenpora...
DPR Minta Kemenpora Lindungi Atlet dari Ancaman Corona
Eksistensi Satgas Lawan...
Eksistensi Satgas Lawan Pandemi DPR Dinilai Efektif Tekan Corona
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
6 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
48 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved