Ancam Demo Tolak Omnibus Law, Buruh: Kami Tidak Anti Investasi

Kamis, 06 Februari 2020 - 04:10 WIB
Ancam Demo Tolak Omnibus...
Ancam Demo Tolak Omnibus Law, Buruh: Kami Tidak Anti Investasi
A A A
JAKARTA - Puluhan ribu buruh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyiapkan aksi demosntrasi besar-besaran di gedung DPR-RI Senayan terkait penolakan terhadap Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Aksi demo tersebut akan dilangsungkan pada Rabu, 12 Februari 2019 atau pekan depan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengatakan, aksi demo dilakukan sebab kalangan atau unsur buruh tak pernah dilibatkan dalam penyusunan RUU. “Ini sebagai sikap protes kami. Saya tegaskan KSPSI tidak pernah menyetujui draft apapun. Konfederasi buruh mana yang sudah setuju? Jangan sembarangan mengeluarkan statement. Saya saja kesulitan mengakses draftnya," kata dia di Jakarta.

KSPSI menyatakan bahwa sebagai pendukung pemerintah menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih baik, pihaknya membawa tuntutan ke DPR. Diantaranya, memasukkan unsur buruh harus masuk ke pembahasan dalam tim perumus RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, bukan hanya sebagai pendengar. Kedua, kata Andi Gani, jangan sampai aturan ini justru merugikan bagi buruh.

"Kami tidak anti investasi. Selama aturan ini berpihak memberikan kesejahteraan buruh, kami terus. Sebaliknnya, kalau sampai mendegradasi hak pekerja maka kami akan lawan," jelasnya.

Dia mengaku heran instruksi Presiden Jokowi kepada para menteri terkait seperti Menko Perekonomian dan Menteri Ketenagakerjaan untuk melibatkan seluruh stakeholder dalam pembahasan seperti diabaikan. "Ada apa ini sebenarnya?. Kok arahan presiden sendiri tidak dijalankan," ucapnya.

Sekjen KSPSI Hermanto Achmad menambahkan, faktor penghambat investasi berdasarkan hasil survei World Economic Forum terhadap pelaku usaha ada 16 faktor. "Yang paling tertinggi adalah korupsi, persentasenya 13,8%. Sementara peraturan ketenagakerjaan hanya di peringkat ke-13 sangat kecil hanya 4%. Jadi sangat kecil kemungkinan KSPSI dianggap anti investasi," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aktivis Buruh Diajak...
Aktivis Buruh Diajak Fokus Bahas RPP UU Cipta Kerja
Tolak RUU Cipta Kerja,...
Tolak RUU Cipta Kerja, Ratusan Buruh Demo Istana
UU Ciptaker Dinilai...
UU Ciptaker Dinilai Dorong Peningkatan Kesejahteraan Buruh
Diajak Bahas RUU Ciptaker,...
Diajak Bahas RUU Ciptaker, Buruh Sebagai The Last Samurai Bakal Tetap Demo
Senin, Ribuan Buruh...
Senin, Ribuan Buruh Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Buruh Geruduk DPR, Tuntut...
Buruh Geruduk DPR, Tuntut Hentikan Omnibus Law Cipta Kerja
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
43 menit yang lalu
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
2 jam yang lalu
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
2 jam yang lalu
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
3 jam yang lalu
Infografis
Ribuan Buruh Lakukan...
Ribuan Buruh Lakukan Demo Menolak Tapera di Istana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved