Erick, Nadiem dan Sri Mulyani, Tiga Menteri Berkinerja Memuaskan Publik

Kamis, 13 Februari 2020 - 20:51 WIB
Erick, Nadiem dan Sri...
Erick, Nadiem dan Sri Mulyani, Tiga Menteri Berkinerja Memuaskan Publik
A A A
JAKARTA - Survei Alvara Research Center sepanjang Januari 2020 menempatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim sebagai satu dari 10 menteri Kabinet Indonesia Maju dengan kinerja memuaskan. Survei yang sama juga menempatkan pendidikan sebagai sektor dengan tingkat kepuasan publik tertinggi.

Chief Executive Officer Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, menyatakan dengan menggunakan skala 1 (sangat tidak puas sekali) sampai 6 (sangat puas sekali) diperoleh Top 10 Menteri yang menonjol dengan persepsi kinerja yang memuaskan publik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (skor 4,02), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (skor 3,95) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (skor 3,94) menjadi tiga menteri paling tinggi diapresiasi publik kinerjanya.

"Sebagian besar menteri dari profesional punya tingkat kepuasan publik yang tinggi," ungkap Hasanuddin di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Hal ini terbukti dengan hampir semua dari 10 menteri dengan tingkat kepuasan tertinggi berasal dari kalangan profesional.

Riset Alvara juga mencatat apresiasi terhadap Nadiem sejalan dengan kepuasan publik terhadap sektor pendidikan. Tingkat kepuasan publik terhadap pendidikan mencapai 84,4%, kedua tertinggi setelah transportasi publik sebesar 84,8%.

Hasanuddin menjelaskan, salah satu kebijakan pendidikan yang diapresiasi publik adalah rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2021. Penghapusan UN adalah bagian dari pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar yang digulirkan Nadiem.

Survei Alvara didasarkan pada hasil survei yang dilakukan pada akhir Januari hingga awal Februari dengan 1.000 responden dan margin error 3,16%, serta tingkat kepercayaan 95%. Adapun data diperoleh melalui wawancara tatap muka yang dilakukan dengan multistage random sampling di 13 provinsi Indonesia.

Rencana penghapusan UN mendapatkan dukungan luas dari asosiasi guru. Di antara yang mendukung adalah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang menilai angkah Nadiem menghapus UN sangat berani, mengingat perputaran uangnya sangat besar.

"Banyak pihak terganggu dan tak nyaman dengan penghapusan UN, seperti lembaga bimbingan belajar dan mantan petinggi negara yang bersikukuh mempertahankan UN," kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Satriwan Salim dalam sejumlah kesempatan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kunjungi Megawati, Secara...
Kunjungi Megawati, Secara Politis Posisi Nadiem Makarim Aman di Kabinet
Reshuffle, Menteri Non-parpol...
Reshuffle, Menteri Non-parpol Bakal Didepak?
Inilah Riwayat Pendidikan...
Inilah Riwayat Pendidikan dan Karier Nadiem Makarim, Sangat Menginspirasi
Paradoks Laptop Murah:...
Paradoks Laptop Murah: Mengapa Chromebook yang Merajai Sekolah Negara Maju Justru Melukai Pendidikan di Indonesia?
Nadiem Makarim Unggah...
Nadiem Makarim Unggah Foto Bareng Megawati, Warganet: Dijamin Lolos dari Reshuffle
Menjawab Tantangan Masa...
Menjawab Tantangan Masa Depan Kebudayaan Indonesia
Berita Terkini
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
18 menit yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
3 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
14 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved