Bank Dunia Umumkan Dukungan Dana USD12 M untuk Tangani Corona

Rabu, 04 Maret 2020 - 17:22 WIB
Bank Dunia Umumkan Dukungan...
Bank Dunia Umumkan Dukungan Dana USD12 M untuk Tangani Corona
A A A
JAKARTA - Kelompok Bank Dunia (World Bank Group) mengumumkan bahwa mereka menyediakan paket awal hingga USD12 miliar dalam bentuk dukungan langsung untuk membantu negara-negara mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi dari wabah virus corona COVID-19.

Pendanaan ini dirancang untuk membantu negara-negara anggota mengambil tindakan efektif untuk merespons dan jika mungkin mengurangi dampak tragis yang ditimbulkan oleh wabah yang telah menyebar luas itu.

Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass mengatakan, melalui paket jalur cepat baru ini, Kelompok Bank Dunia akan membantu negara-negara berkembang memperkuat sistem kesehatan. Hal ini termasuk akses yang lebih baik ke layanan kesehatan untuk melindungi orang dari epidemi, memperkuat pengawasan penyakit, memperkuat intervensi kesehatan masyarakat, dan bekerja dengan sektor swasta untuk mengurangi dampak pada ekonomi.

"Paket keuangan ini berkolaborasi antara Bank Dunia dengan IDA (International Development Association), IBRD (International Bank for Reconstruction and Development), dan IFC (International Finance Corporation) dan akan digunakan untuk mendukung tanggapan berbasis negara," kata David dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Sumber dana untuk menghadapi virus corona hingga USD12 miliar tersebut berasal dari IBRD sebesar USD2,7 miliar, IDA sebesar USD1,3 miliar, portofolio Bank Dunia USD2 miliar, dan IFC sebesar USD6 miliar.

“Kami berupaya untuk memberikan respons yang cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara berkembang dalam menangani penyebaran COVID-19. Ini termasuk pembiayaan darurat, saran kebijakan, dan bantuan teknis, membangun instrumen dan keahlian Grup Bank Dunia yang ada untuk membantu negara-negara menanggapi krisis," beber dia.

Pembiayaan akan dibagi berdasarkan kategori negara dan sektor. Paket keuangan akan memberikan hibah dan pinjaman berbunga rendah dari IDA. "Ini untuk negara-negara berpenghasilan rendah dengan menyediakan jaminan bunga rendah untuk negara berpendapatan rendah atau negara miskin," jelas David.

Kemudian IBRD akan menyasar negara berpendapatan kelas menengah dengan menggunakan seluruh instrumen perbankan. Lalu unit bisnis Bank Dunia, IFC akan melanjutkan dukungan yang diperlukan untuk terus beroperasi dan mempertahankan pekerjaan.

"IFC akan bekerja dengan klien bank komersial untuk memperluas pembiayaan perdagangan dan jalur modal kerja. IFC juga akan secara langsung mendukung klien korporatnya dengan fokus pada sektor strategis termasuk peralatan medis dan farmasi untuk mempertahankan rantai pasokan dan membatasi risiko penurunan," jelas David. Menurut dia, solusi ini akan meminimalkan dampak ekonomi dan sosial negatif COVID-19 secara global.

Sedangkan Bank Dunia akan mendukung berbagai intervensi untuk memperkuat layanan kesehatan dan perawatan kesehatan primer, mendukung pemantauan dan pelaporan penyakit, serta melatih petugas kesehatan garis depan, mendorong keterlibatan masyarakat untuk mempertahankan kepercayaan publik, dan meningkatkan akses ke perawatan untuk pasien yang paling miskin.

Selain itu, lanjut David, Bank Dunia juga akan memberikan saran kebijakan dan teknis untuk memastikan negara-negara dapat mengakses keahlian global.

Dia berpendapat, negara-negara yang menghadapi berbagai tingkat risiko dan kerentanan terhadap COVID-19 akan membutuhkan berbagai tingkat dukungan. Dukungan Kelompok Bank Dunia akan memprioritaskan negara-negara termiskin dan mereka yang berisiko tinggi dengan kapasitas rendah.

Ketika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terus berkembang, Kelompok Bank Dunia akan menyesuaikan pendekatan dan sumber dayanya sesuai kebutuhan. "Kelompok Bank Dunia secara aktif terlibat dengan lembaga-lembaga internasional dan otoritas negara untuk membantu mengoordinasikan respons global," katanya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Teliti Vaksin COVID-19,...
Teliti Vaksin COVID-19, UNAIR Dapat Bantuan Lab dan Pendanaan dari BIN
Kebijakan Lockdown Membuat...
Kebijakan Lockdown Membuat Polusi Udara Dunia Menurun hingga 60 Persen
Dunia Waspadai Covid-19...
Dunia Waspadai Covid-19 Gelombang Kedua
Update Kasus Corona...
Update Kasus Corona 24 April 2020: 8.211 Positif, 1.002 Sembuh, 689 Meninggal Dunia
Kebijakan Lockdown Membuat...
Kebijakan Lockdown Membuat Polusi Udara Dunia Menurun 60 Persen
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
7 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
8 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
9 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
11 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
12 jam yang lalu
Infografis
Inggris Umumkan Siap...
Inggris Umumkan Siap untuk Mengerahkan Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved