Satu Suara Tolak Omnibus Law, KSPSI Imbau Buruh Jaga Situasi

Kamis, 05 Maret 2020 - 20:30 WIB
Satu Suara Tolak Omnibus...
Satu Suara Tolak Omnibus Law, KSPSI Imbau Buruh Jaga Situasi
A A A
JAKARTA - Aksi unjuk rasa buruh menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di Tangerang pada Selasa (3/3) menuai kritik. Sebab, aksi yang disertai tindakan sweeping ke berbagai perusahaan oleh aliansi buruh yang melakukan demo ini mengakibatkan adanya korban pemukulan dan terhentinya proses produksi perusahaan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang Ahmad Supriadi membenarkan bahwa ada anggota KSPSI menjadi korban pemukulan dan sweeping para buruh yang melakukan aksi di Tangerang.

"Yang paling parah itu Erus Saleh yang bekerja di PT IKAD (Industri Keramik Angsa Daya) di Kecamatan Pasar Kamis, Tangerang. Korban terpaksa dijahit di bagian mulut. Sementara puluhan orang luka-luka ringan," katanya kepada media di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Ahmad menuturkan, pada saat itu ada aliansi buruh yang turun ke jalan menentang RUU Omnibus Law Cipta kerja. Rencananya, kata dia, para buruh akan ke kantor gubernur. Tapi, yang terjadi malah melakukan aksi sweeping ke perusahaan-perusahaan.

"Sudah seharusnya seluruh buruh bersatu menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Tapi bukan malah saling serang dan sweeping," sesalnya.

Ahmad menegaskan, pihaknya bukan tidak mendukung perjuangan menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Bahkan, imbuh dia, KSPSI secara nasional sudah melakukan aksi besar-besaran pada bulan Februari lalu di Jakarta.Aksi pada Februari lalu langsung dipimpin oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea. Andi Gani mengambil risiko memimpin langsung aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja mengingat jabatannya sebagai presiden komisaris di salah satu BUMN.
"Kami kerahkan lebih dari 10.000 anggota yang bertolak ke sana. Tapi aksi kami damai dan tertib tanpa adanya sweeping," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembahasan RUU Cipta...
Pembahasan RUU Cipta Kerja Ditunda, KSPSI Apresiasi Keputusan Jokowi
DPR Bersama Serikat...
DPR Bersama Serikat Buruh Dalami 9 Poin Krusial di RUU Ciptaker
Serikat Buruh Sebutkan...
Serikat Buruh Sebutkan Poin-poin UU Cipta Kerja yang Dianggap Merugikan Pekerja
Aksi Buruh Serikat Pekerja...
Aksi Buruh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
DPR dan Serikat Buruh...
DPR dan Serikat Buruh Bentuk Tim Bersama Bahas Klaster Ketenagakerjaan RUU Ciptaker
Tolak RUU Ciptaker,...
Tolak RUU Ciptaker, Serikat Buruh Akan Demonstrasi Besar-besaran di Seluruh Indonesia
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
3 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
3 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
3 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
4 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
4 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved