Pembahasan RUU Cipta Kerja Ditunda, KSPSI Apresiasi Keputusan Jokowi
Jum'at, 24 April 2020 - 21:33 WIB
loading...
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan penundaan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Jokowi secara pasti telah menyampaikan hal tersebut kepada DPR hari ini.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku terharu atas keputusan yang dibuat Presiden. Andi Gani menjelaskan, proses perjalanan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini begitu panjang dan melelahkan.
Andi yang mengaku sebagai pendukung setia Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta rela dicopot dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris BUMN PT PP karena menolak dengan keras aturan ini.
"Saya sangat terharu dengan keputusan ini. Dari awal saya sudah yakin bahwa Presiden Jokowi mendengarkan suara buruh. Bukan karena tekanan, tapi benar-benar mendengarkan suara buruh," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2020).
Andi Gani mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang menurutnya menunjukkan bahwa Kepala Negara memang mendengar apa yang menjadi keinginan buruh Indonesia.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku terharu atas keputusan yang dibuat Presiden. Andi Gani menjelaskan, proses perjalanan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini begitu panjang dan melelahkan.
Andi yang mengaku sebagai pendukung setia Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta rela dicopot dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris BUMN PT PP karena menolak dengan keras aturan ini.
"Saya sangat terharu dengan keputusan ini. Dari awal saya sudah yakin bahwa Presiden Jokowi mendengarkan suara buruh. Bukan karena tekanan, tapi benar-benar mendengarkan suara buruh," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2020).
Andi Gani mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang menurutnya menunjukkan bahwa Kepala Negara memang mendengar apa yang menjadi keinginan buruh Indonesia.
Lihat Juga :