Kenaikan Harga Emas Bersifat Temporer Tergantung Perkembangan Corona

Jum'at, 06 Maret 2020 - 14:13 WIB
Kenaikan Harga Emas...
Kenaikan Harga Emas Bersifat Temporer Tergantung Perkembangan Corona
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga emas yang sempat menyentuh rekor tertinggi, menurut pengamat Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menerangkan sifatnya hanya temporer alias sementara. Sebelumnya harga emas PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) sempat meroket hingga menyentuh Rp844.000/gram.

Raihan ini mengalahkan rekor sebelumnya pada Rabu kemarin yang sempat terdongkrak hingga Rp834.000 per gram, tren lonjakan emas dalam negeri juga mengiringi lesatan emas global. "Temporer mengikuti permasalahan corona, ketika wabah corona mereda. Kenaikan harga emas juga akan melambat atau terhenti," ujar Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

(Baca Juga: Dianggap Investasi Safe Haven, Panic Buying Bikin Harga Emas Melonjak )

Sambung dia menambahkan, kenaikan harga emas ini dikarenakan faktor global yang masih dirundung kekhawatiran akibat wabah virus corona. "Emas adalah bentuk investasi yang paling minim risiko atau safe haven," jelasnya.

Sebagai informasi, dikutip dari laman resmi Logammulia.com, hari ini tercatat harga emas terdongkrak Rp15.000 menjadi Rp844.000/gram dari sesi sebelumnya yang sempat jatuh ke Rp829.000 per gram. Hal serupa juga terjadi pada harga buyback yang lebih tinggi Rp16.000 hingga Rp760.000 per gram dari sesi kemarin Rp744.000/gram.

Di sisi lain harga emas dunia, naik 2% atau berada dalam level tertinggi satu pekan seiring kekhawatiran atas penyebaran global virus corona yang membuat investor mencari aset yang lebih aman. Harga emas di pasar spot naik 1,9% di posisi USD1.666,16 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS bertahan 1,5% lebih tinggi pada posisi USD1.668/ons.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Anti Mainstream, Pria...
Anti Mainstream, Pria India Pakai Masker Emas Tangkal Covid-19
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Deteksi COVID-19, Tambang...
Deteksi COVID-19, Tambang Emas Martabe Rapid Test 2.500 Warga Batangtoru Tapsel
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
50 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved