Luhut Minta Perbaiki Kebersihan Agar Tidak Dijajah Kemiskinan

Minggu, 08 Maret 2020 - 13:18 WIB
Luhut Minta Perbaiki...
Luhut Minta Perbaiki Kebersihan Agar Tidak Dijajah Kemiskinan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta agar industri pariwisata di Tanah Air meningkatkan kebersihan. Menurut dia, masalah kebersihan masih menjadi persoalan utama di industri ini.

Instruksi untuk meningkatkan kebersihan seiring rancangan Presiden Joko Widodo mengenai 5 destinasi wisata super prioritas. "Presiden telah mencanangkan 5 destinasi wisata super prioritas yang harus selesai tahun ini. Itu sedang kita kebut. Dan masalah yang paling penting terkait itu adalah masalah kebersihan," ujar Luhut di Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Luhut melanjutkan seluruh elemen masyarakat seperti sekolah, perguruan tinggi, swasta, rumah-rumah ibadah dan lain-lain agar secara aktif berbicara masalah kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

"Sampah ini bisa dibikin tema bahwa sampah adalah musuh bersama. Ia tidak mengenal ras dan agama. Jika tidak dikelola, sampah menjadi musuh masa depan kita," katanya.

Selain itu, Luhut mengatakan pejabat harus melakukan perubahan pola pikir sembari meminta para pemimpin, terutama di pemerintahan menjadi pemimpin yang mau turun ke bawah, melihat keadaan masyarakatnya.

"Anda harus menjadi teladan, lead by example, jangan hanya mendikte. Jika Anda tidak memberi contoh, tidak memperbaiki kebersihan dan pendidikan di sini. Anda bisa dijajah oleh kemiskinan. Bapak-bapak bupati coba lihat apakah ada kasus stunting di wilayah Anda. Mari kita perhatikan, kalau kita bekerjasama, kita pasti bisa mengatasinya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, sebagai penyelenggara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020, dalam sambutannya mengatakan pemerintah terus melakukan upaya gerakan mengolah sampah mandiri 3R: reduce, reuse dan recycle. Telah dilakukan pengelolaan nasional dan internasional, sehingga pengelolaannya secara holistik terpadu dari hulu dan hilir.

"Secara umum terdapat peningkatan animo masyarakat yang cukup tinggi dari 2015-2019. Tahun 2015, kelompok tergabung ada 1.100 kelompok di beberapa kabupaten kota. Di tahun 2019, kita punya 5.540 komunitas di seluruh kabupaten kota," kata Menteri Siti.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Edukasi Masyarakat tentang...
Edukasi Masyarakat tentang Pengurangan Sampah Harus Terus Dilakukan
Masalah Sampah, KLHK:...
Masalah Sampah, KLHK: Perlu Siapkan Tempat Pengelolaan dan Daur Ulang
Masalah Lingkungan,...
Masalah Lingkungan, Kementerian LHK Rancang Peta Jalan Pengelolaan Limbah
Banjir Penolakan, SK...
Banjir Penolakan, SK Menteri LHK Soal Perpanjangan dan Perluasan TPA Sarimukti hingga 2025
Antisipasi Masalah Lingkungan,...
Antisipasi Masalah Lingkungan, KLHK Gelar Pelatihan Terkait Sampah
KLHK Ungkap 5 Dekade...
KLHK Ungkap 5 Dekade Perjalanan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia
Berita Terkini
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
10 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
11 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
24 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
37 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved