Awal Pekan Rupiah Diprediksi Tertekan
Senin, 09 Maret 2020 - 10:35 WIB
Awal Pekan Rupiah Diprediksi Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan hari ini diprediksi bakal terus tertekan. Sebelumnya mata uang Garuda cenderung tertekan ketika laju mendatar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dorongan negatif ini dikarenakan pasar keuangan masih didominasi oleh kekhawatiran peningkatan penyebaran virus corona dan dampak negatifnya ke perekonomian global.
"Kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona masih akan menjadi sentimen negatif untuk rupiah hari ini," ujar Ariston di Jakarta, Senin (9/3/2020).
Dia menambahkan, pagi ini terlihat harga emas naik menembus ke atas kisaran USD700 dan minyak mentah WTI tembus ke bawah area USD30 per barrel yang mengindikasikan kekhawatiran meninggi.
Adapun, pemberitaan di media massa terus menginformasikan bertambahnya jumlah terjangkit dan meninggal di luar China termasuk di Indonesia.
"Ekonomi Global dan Indonesia diperkirakan mengalami perlambatan karena wabah ini. Rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran 14.200-14.400 per dolar AS," jelasnya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dorongan negatif ini dikarenakan pasar keuangan masih didominasi oleh kekhawatiran peningkatan penyebaran virus corona dan dampak negatifnya ke perekonomian global.
"Kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona masih akan menjadi sentimen negatif untuk rupiah hari ini," ujar Ariston di Jakarta, Senin (9/3/2020).
Dia menambahkan, pagi ini terlihat harga emas naik menembus ke atas kisaran USD700 dan minyak mentah WTI tembus ke bawah area USD30 per barrel yang mengindikasikan kekhawatiran meninggi.
Adapun, pemberitaan di media massa terus menginformasikan bertambahnya jumlah terjangkit dan meninggal di luar China termasuk di Indonesia.
"Ekonomi Global dan Indonesia diperkirakan mengalami perlambatan karena wabah ini. Rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran 14.200-14.400 per dolar AS," jelasnya.
(ind)
Lihat Juga :