alexametrics

Pelumas Berkualitas, Syarat Agar Bisa Terus Tancap Gas

loading...
A+ A-
JAKARTA - SEBAGAI kota megapolitan, Jakarta adalah tanah harapan bagi banyak orang. Ibu kota Indonesia ini menjadi tempat menggantungkan asa bagi masyarakat, tak hanya warga Jakarta tapi para pendatang dari banyak daerah di Tanah Air. Termasuk dari kota-kota di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang. Keras dan cadasnya kehidupan di ibu kota selain menciptakan sosok-sosok tangguh, juga menggoreskan luka bagi mereka yang putus asa.

Kerasnya mengadu nasib di Jakarta dirasakan oleh Yudhy Hermawan (48). Sudah 10 tahun Yudhy meninggalkan kampung halamannya di Grobogan, Jawa Tengah, untuk mengadu nasib di Jakarta. Kawasan Matraman, Jakarta Pusat dijadikan tempat peraduan bersama keluarganya. Berbagai pekerjaan telah dilakoninya, terkadang dia harus berangkat saat mentari belum menyinari bumi dan pulang larut malam. Alhasil, Yudhy jarang bercengkerama dengan tiga buah hatinya.

Merasa jenuh bekerja sebagai buruh bangunan, Yudhy mencoba mengadu nasib menekuni profesi sebagai pengemudi ojek online GoJek. Berbekal uang tabungan yang tak seberapa, dia nekat untuk mencicil motor Yamaha Mio pada 2017 silam. "Motor ini satu-satunya modal saya untuk mencari makan dan menghidupi anak istri," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (9/3/2020).



Meski usianya tak lagi muda, tapi Yudhi lincah mengemudikan tunggangannya menembus kemacetan ruas jalan MH Thamrin hingga jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Usia motornya sudah tiga tahun, tapi seolah tahu keinginan pemiliknya.

Motor transmisi otomatis atau yang dikenal dengan motor matic itu melesat dengan cepat. Seolah ingin membuktikan bahwa motor dengan dapur pacu 125cc dengan daya maksimum 7.0kW pada 8000 rpm dan torsi maksimum 9.6N.m pada 5.500 rpm itu cocok digunakan di perkotaan.

Tak ada getaran dari mesin yang terasa hingga jok motor. Juga tak ada raungan suara mesin yang keras meskipun motor mungil itu sedang menggendong dua orang dewasa. "Odometernya sudah berputar dua kali, padahal baru tiga tahun," katanya.

Itu berarti motor Yudhi sudah melaju sejauh hampir 200 ribu kilometer. Mengingat angka odometer maksimal berada pada 99.999 kilometer. Mengutip dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (AS) yang dikenal dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA) bahwa keliling bumi adalah 40.070 kilometer, maka Yudhi dan motornya sudah menempuh 4,9 kali keliling bumi.

Lantas apa yang membuat performa motor Yudhi masih prima? "Saya rutin servis di bengkel dan ganti oli. Setiap 1.000 kilometer kadang 1.500 kilometer. Jadi, setiap 10 hari satu botol oli (pelumas) untuk motor ini," ungkapnya.

Dia menilai, dengan perawatan yang rutin, usia motor akan lebih awet dan tak mudah rusak. Meskipun sejatinya performa pelumas tetap baik hingga menempuh perjalanan 3.000 kilometer. "Saya menggunakan Enduro Matic dari Pertamina. Sekali ganti termasuk biaya jasanya hanya Rp50 ribu," ungkapnya.

Bengkel langganannya berada di jalan Kebun Jeruk, Jakarta Pusat. Kawasan ini memang dikenal sebagai pusat penjualan perlengkapan kendaraan bermotor.

Alasan Yudhi sering mengganti oli, karena dia ingin motornya selalu dalam kondisi prima. Apalagi, dalam sehari, dia bisa menempuh perjalanan lebih dari 120 kilometer. Tak hanya mengantarkan penumpang, tetapi juga barang dan pesanan penumpang.

"Karena modal saya hanya motor ini, karenanya harus dirawat. Saya juga pilih oli yang kualitasnya memang bagus dan tangguh seperti Enduro Matic G," cetusnya.

Yudhi mengaku sudah menggunakan pelumas Enduro Matic-G sejak usia motornya menginjak delapan bulan. "Karena untuk servis dan ganti oli di bengkel besar kadang uangnya kurang. Jadi sering ke bengkel kecil dan mekaniknya bilang Enduro bagus. Ternyata cocok, tarikan motor jadi enteng dan mesin tidak panas. Jadi sampai sekarang menggunakan Enduro terus," paparnya.

Enduro Matic-G sendiri, memiliki tingkat kekentalan SAE 20W-40 khusus untuk motor matik 4-Tak berkualitas tinggi yang menggunakan base oil sintetik. Karena spesifikasinya yang kental, oli ini cocok untuk motor matik yang digunakan untuk kegiatan pengendaraan di dalam kota yang kerap macet dan kondisi jalan yang statis.

Pelumas ini juga bisa digunakan untuk motor yang usianya tua. Sebab, motor yang sudah berumur, umumnya tingkat presisi antar komponen di dalam mesin mulai menurun, karena itu butuh asupan pelumas yang lebih kental.

Enduro Matic-G juga memiliki tingkat viskositas yang lebih tinggi dibandingkan pelumas lain. Sehingga temperatur mesin bisa terjaga maksimal terutama saat dikendarai di jalanan perkotaan yang padat dan sering macet. Selain itu, Enduro Matic-G juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap oksidasi dan degradasi akibat radiasi panas dari mesin sehingga memperpanjang masa pakai pelumas.

Yudhi pun bersyukur, dalam sebulan dia bisa mengumpulkan pundi-pundi uang hingga Rp5 juta. Meskipun tak terlalu besar, namun dia bersyukur sudah bisa menghidupi keluarganya. "Kadang lebih, kadang juga kurang dari nilai itu. Tapi ya bersyukur saja, karena sekarang jumlah pengemudinya banyak banget," urainya.

Tak jauh berbeda dengan Yudhi, Jordy Oktavianus (24) yang memiliki profesi yang sama menilai, pelumas yang berkualitas merupakan hal yang sangat penting bagi kendaraan. Bermodalkan Honda Supra lansiran 2011, Jordy nekat melamar menjadi pengemudi ojek online.

Di sela-sela kesibukannya kuliah di STKIP Kusuma Negara, Cijantung, Jakarta Timur, dia menyempatkan diri untuk mencari rejeki dari orderan mengantarkan makanan maupun penumpang. Meski menggunakan motor empat tak dengan transmisi manual, ditambah posturnya yang tinggi besar, namun Jordy lihai meliuk-liuk ditengah kemacetan dibawah mendung pekat yang siap memuntahkan air hujan akhir pekan lalu.

Tak ada suara gesekan rantai dan gir yang terdengar layaknya motor yang sudah memasuki usia senja itu. Tarikan motor pun terasa ringan, tenaganya besar dan mampu melaju dengan kencang. "Syaratnya sering ganti oli mas," ungkapnya saat ditanya mengenai performa tunggangannya yang masih prima.

Dalam sebulan, Jordy merogoh kantong Rp90 ribu untuk membeli dua botol pelumas Enduro 4T. Jordy beralasan, seringnya dia mengganti pelumas karena setiap hari dia harus menempuh perjalanan dari tempat tinggalnya ke Bintaro ke kampusnya di Cijantung. Belum lagi jika dia mengantarkan penumpang yang menggunakan jasanya, jarak jelajah Jordy dan tunggangannya bisa ratusan kilometer per hari.

"Sejak empat tahun lalu pakai Enduro 4T dan tak pernah ada masalah. Enggak pernah mogok atau rusak yang aneh-aneh, suara mesin juga halus tidak berisik," ucapnya.

Jordy mengaku belum terpikir untuk mengganti motornya dengan yang baru. Sebab, hasil jerih payahnya sebagai pengemudi ojek online dia gunakan untuk membayar biaya kuliahnya. "Karenanya bagi saya menggunakan oli yang berkualitas itu penting, untuk menjaga performa motor tetap bagus. Karena hanya motor ini andalan saya," tuturnya.

Penting Mengganti Pelumas Secara Berkala
Nama Stephen Langitan sudah tak asing lagi bagi para bikers di Tanah Air. Blogger traveller dan otomotif ini pernah melakukan World Tour Solo Ride Adventure Jakarta-London dan melahap aspal sepanjang 30.000 ribu kilometer menggunakan motor Versys 250 Tourer.

Bagi Stephen, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah sistem pelumasan pada motor. Pelumas yang berkualitas akan membuat performa motor menjadi lebih tangguh melibas segala medan. "Saat menempuh perjalanan itu, saya mengganti pelumas setiap 5.000 kilometer," ujarnya kepada SINDOnews.

Dia mengungkapkan, pelumas Pertamina Enduro 4TRacing 10W/40 yang dia gunakan mampu bekerja sangat baik dan tahan lama. Bahkan, di kondisi cuaca panas saat dirinya melintas Iran dan Pakistan suhu mesin tetap stabil dan tidak pernah overheating.

Juga saat melintas di Swiss dengan sergapan hawa dingin di Furka Pass, motor yang dikendarainya tetap bisa di pacu dengan lancar. Sama sekali tak ada masalah kopling slip maupun mesin yang mengelitik. Volume oli di dalam mesin tetap stabil dan performa pelumasan pada mesin sangat bagus. "Oli produksi anak bangsa kualitasnya tak perlu diragukan," paparnya.

Stephen menyarankan para bikers untuk mengganti pelumas motornya dengan pelumas berkualitas secara berkala agar motor tetap awet dan enak dikendarai. Peran pelumas cukup vital bagi kendaraan mengingat fungsi pelumas tak sekadar melumasi (lubricate), tetapi juga memiliki fungsi untuk pendingin dan pembersih mesin kendaraan.

"Umumnya setiap jarak tempuh 3.000 kilometer, bisa lebih pendek, karena tergantung cara berkendaranya. Karena kualitas oli di dalam mesin juga dipengaruhi oleh cara berkendara seseorang. Misalnya motor sering digunakan dengan kecepatan tinggi sehingga perlu lebih cepat diganti," cetusnya.

Menurut Stephen, dia menggunakan pelumas Pertamina Enduro hingga saat ini. "Pertamina Enduro memberikan performa yang baik. Untuk motor saya yang saya gunakan sehari-hari tetap menggunakan Enduro karena sudah terbukti dalam perjalanan jarak jauh waktu saya keliling Jawa Bali dan Lombok maupun Jakarta ke London," ungkapnya.

PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Lubricants terus melakukan inovasi menghadirkan produk pelumas yangs esuai dengan inovasi teknologi dari produsen kendaraan bermotor. Pertamina Lubricant saat ini menghadirkan beragam jenis pelumas sesuai dengan kebutuhan kendaraan roda dua.

Misalnya, Enduro 4T Sport SAE 5W-30 yang merupakan pelumas sintetik yang diformulasikan khusus untuk menghasilkan kinerja akselerasi dan perlindungan dari aus. Pelumas ini telah memenuhi persyaratan tingkat mutu API Service SL dan JASO MA2 dan menghasilkan akselerasi dan power maksimum. Pelumas ini direkomendasikan untuk mesin motor empat langkah dengan sistem kopling basah, terutama untuk aplikasi balap.

Selain itu, ada Enduro 4T Racing 10W-40 yang merupakan pelumas motor empat langkah berkekentalan ganda dengan kualitas tinggi. Pelumas ini telah lolos pengujian variable speed friction test dengan hasil melebihi high friction reference oil, sehingga tidak menyebabkan slip pada kopling. Pelumas ini dapat membersihkan mesin, serta mencegah terbentuknya deposit pada piston, korosi dan menjaga komponen mesin dari aus.

Sedangkan Enduro 4T Racing SAE 20W-50 didesain khusus untuk motor empat langkah. Pelumas ini memiliki kekentalan ganda yang stabil dan memberikan kemudahan bersirkulasi pada temperatur rendah dan tinggi. Pelumas ini memberikan efek pendinginan, serta pelumasan optimal pada temperatur dan kecepatan tinggi.

Untuk motor matik, ada Enduro Matic SAE 10W-30 yang memiliki viskositas rendah untuk mempermudah sirkulasi oli dan menghadirkan penghematan bahan bakar. Pelumas ini memberikan proteksi lebih baik bagi mesin-mesin yang beroperasi pada kecepatan tinggi, menjaga kebersihan mesin, dan melindungi mesin dari korosi, serta keausan.

Juga Enduro Matic G SAE 20W-40 yang diklaim cocok untuk pengendara dalam kota yang kerap terjebak kemacetan. Pelumas ini telah mendapat pengakuan mutu JASO MB, yang merupakan standar Jepang untuk motor empat langkah matik dan memenuhi tingkat performance API SL.

Agar produk-produk tersebut semakin dekat dengan konsumennya, Pertamina Lubricants terus mengembangkan jaringan Olimart di Tanah Air. Sudah lebih dari 90 gerai Olimart hadir di seluruh Indonesia. Kehadiran Olimart merupakan wujud komitmen serta dedikasi Pertamina Lubricants dalam menghadirkan dan menawarkan pelumas berkualitas tinggi secara menyeluruh. Juga untuk memastikan produk pelumas Pertamina selalu tersedia di mana pun.

"Olimart bisa menjadi solusi otomotif dan lebih mendekatkan para konsumen dengan produk pelumas anak bangsa seperti Fastron dan Enduro," kata Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono saat meresmikan gerai Olimart di Purwokerto beberapa waktu lalu.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top